Langsung ke konten utama

Abstraksi Cinta 01

Hari ini Venus berada di pangkuanku. Setelah berkelana mengitari pusat kehidupan dua kali, kini ia kembali. Namun ada yang berbeda dengannya. Entah apa, mungkin karena sinarnya yang lebih terang. Sinar yang hangat hingga menyentuh dasar hati.


Aku hanya bisa terdiam di sini. Mengintip keindahannya di balik orbit bumi. Ingin aku meraih kembali tangan itu. Membawanya keluar dari titah suci bimasakti, untuk menjelajah alam raya tak berujung. Hanya ada aku, dia, dan kekosongan.


Dua kala revolusi kau entah dimana. Kini kau tepat berada di titik perihelium orbit. Tak ada yang berubah. Sinarmu meluap-luap, ceria, dan cemerlang. Hanya ada satu yang tak sama, sentuhan hangat jemari dewi Aphrodite. Mengingatkanku kembali akan definisi apa itu cinta. Bagai rindu akan sesuatu yang telah lama terkikis akan logika tak terbantahkan.


Detik ini, tepat dua kala revolusi. Entah masihkah deretan angka itu masih tersimpan di benaknya. Ketika semua dimulai hingga akhirnya ditinggalkan untuk dicaci. Menarik sepi sebagai selimut. Untuk kemudian meringkuk di bawah bekunya musim gugur. Di sini aku masih menanti. Sentuhan sang Dewi cinta atas kehidupan daun-daun kering yang terserak begitu saja di jalan.

Komentar

  1. udah kayak iklan MC Donal

    BalasHapus
  2. yee... iklan mc donal mah "I'm loving it". *dijawab* :p

    BalasHapus
  3. ya. sebelas dua belas lah. anyway, thanks udah mau love tulisan yang rada ngawur2 ini :D

    BalasHapus
  4. Sama2. Kan satu spesies kita. Ini sbnrnya modus kok soalnya mau maksain kamu baca tulisan ga jelasku juga besok2. :p

    BalasHapus
  5. oh gitu. ok #cukuptahu. :D. ya satu spesies masih bisa beda varian kalo di tabel taksonomi

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun