Langsung ke konten utama

Welcome Bulan Maret

Bulan Maret ini akan jadi turning point untuk hidupku kurang lebih satu tahun ke belakang ini. Sudah cukup rasanya waktu dua tahun dan aku perlu untuk elbih memikirkan diri sendiri. Terbukti perkataan orang bijak bahwa seseorang yang ingin mengabdi pada publik adalah dia yang sudah cukup pada dirinya. Jika belum, pasti ada kegamangan dimana upaya yang dilakukan tak sepenuh hati. Masih ada kekhawatiran di sana-sini.

Cukup sudah serpih-serpih pengorbanan yang aku lakukan untuk mereka. Mungkin kata pengorbanan terdengan tidak ikhlas, tapi pada kenyatannya, itu memang pengorbanan. Mereka tidak tahu apa yang aku kerjakan. Mungkin mereka hanya mengetahui yang dipermukaan. Padahal apa yang terima jauh lebih besar daripada apa yang sudah dikerjakan. Sekali lagi bukan ingin merasa lebih, tapi beberapa waktu belakangan ini memang sudah menyita sebagian besar hidupku. Ini saatnya untuk fokus, kembali ke track yang progresif, untuk masa depanku.

Aku cinta dengan hal itu. Tak mungkin serta merta aku tinggalkan begitu saja. Tapi dengan target yang dirasionalisasi, karena, mereka hanya punya "mau", tapi tak ada inisiatif untuk merealisasikan. Ujung-ujungnya, aku juga yang menyelesaikannya. Aku yakin, dengan target yang rasional, aku bisa lebih menempatkan porsi untuk kepentingan pribadi lebih besar, sekaligus tidak meninggalkan pengabdian tersebut. Semoga Allah merdihoi apa yang sudah aku lakukan kemarin, dan membuka jalanku untuk hari-hari ke depan.

Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun