Langsung ke konten utama

Memaknai Sumpah Pemuda di Meniti Asa Daai TV


Sekitar bulan September, aku dihubungi oleh kru Daai TV untuk masuk dalam program Meniti Asa. Karena akan tayang di bulan Oktober, jadi tema yang diangkat adalah mengenai Makna Sumpah Pemuda. Mengetahui tema tersebut dan keterangan bahwa yang akan diangkat adalah peranan anak muda kepada masyarakat melalui Kartunet Community aku setuju untuk syuting di program Meniti Asa. Ya itung-itung, promo gratis buat Kartunet :)

Sebelumnya, pernah juga dihubungi pihak Daai TV untuk diliput dalam salah satu programnya. namun program tersebut lebih ke menyoroti profil pribadi bahkan hingga syuting ke rumah dan kampus segala. Aku kurang setuju karena tak ingin terkesan hanya menonjolkan diri pribadi yang kurasa tak ada sesuatu yang dapat menginspirasi siapa-siapa. Berbeda jika aku diminta untuk bicara di media tentang Kartunet.com. Aku rela mengorbankan waktu dan tenaga karena tujuannya bukan untuk diriku, melainkan agar lebih banyak lagi masyarakat yang tahu Kartunet dan efeknya akan mengangkat teman-teman disabilitas yang belum seberuntung aku. Seberuntung dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, mampu mengakses teknologi, dll. Aku ingin semakin banyak orang tahu, mereka akan berubah pandangannya pada penyandang disabilitas, dan mampu ikut berperan untuk pemberdayaan penyandang disabilitas.

Masih banyak sekali teman-teman dengan disabilitas baik di daerah-daerah yang hanya berada di rumah karena "kasih sayang" berlebih dari orang tua. Semua itu didukung oleh faktor informasi yang kurang bahwa penyandang disabilitas dengan cara tertentu pun dapat tetap berdaya dan berkarya. Dengan adanya Kartunet ini, aku harap dapat membuka pandangan itu dan masyarakat dapat ikut mereplikasi gerakan kami untuk membangkitkan para penyandang disabilitas dari keterpurukan melalui dukungan teknologi informasi.

Dan mengapa pemuda? Karena gerakan yang dilakukan oleh Kartunet memang berpusat pada kekuatan anak muda dan target utama kami juga adalah pemuda. Karena pemuda adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Jika perubahan pola fikir dan daya juang dimulai dari anak muda, diharapkan saat mereka jadi pemimpin yang sesungguhnya kelak, perubahan itu akan terjadi lebih besar.

Lagi pula pemberdayaan yang dilakukan untuk anak muda dapat dikatakan seperti cut generation. Jangan sampai para difabel yang masih usia muda kelak saat usia dewasa atau tua bernasib sama dengan yang ada saat ini. Harus ada peningkatan kapasitas, peningkatan kesejahteraan, dan perubahan pola fikir yang progresif.

Oia, persis sebelum mulai syuting, aku ketemudengan mbak Ainun yang tak lain adalah founder dari Akademi Berbagi. Rupanya beliau juga diwawancarai untuk program ini dan sesi beliau persis sebelum aku. Jadi sempat makan siang bareng sebentar sebelum mulai syuting dan ngobrol-ngobrol. Tempat syutingnya ini di sebuah restoran yang sekaligus toko buku. Aku lupa apa nama tempatnya, tapi yang jelas di sana menjual makanan-makanan vegetarian. Unik juga sih makanan vegetarian. Rasanya cuku enak menurutku, dan dimirip-miripkan dengan daging atau ayam tapi dengan sayuran. Menurut keterangan, vegetarian ini juga ada beberapa level. Level yang rendah itu masih boleh pakai bumbu seperti garam atau bawang, sedang di level yang tinggi tidak boleh ada rasa sama sekali.

Ini caraku memaknai Sumpah Pemuda. Sumpah para pemuda untuk bersatu yang merupakan prasyarat untuk dapat maju. Bagaimana masyarakat memiliki pandangan yang positif terhadap penyandang disabilitas. Dari sana mari upayakan empati dan saling bergandengan tangan untuk memberdayakan penyandang disabilitas agar kelak dapat ikut berkontribusi juga bagi pembangunan bangsa, bukan melulu diposisikan sebagai beban.

Komentar

  1. Kontribusi bagi bangsa itu yang penting dan harus dilakukan anak muda ya mas :y
    Tetaplah menginspirasi

    BalasHapus
  2. iya betul. Kita harus optimasi masa muda dengan banyak bekruntribusi. Sebelum raga tak sanggup lagi untuk berbagi. terima kasih :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun