Langsung ke konten utama

Arisan Buku jadi Audiobook @RelawanBaca

Pada hari terakhir di acara ASEAN Blogger festifal Indonesia #ABFI di Solo aku dapat kesempatan lagi untuk ketemu dengan bro @Dodi alias @mauliawanized, mahasiswa HI UGM angkatan 2010. Kita satu angkatan di Young Change Makers Ashoka Indonesia yang pelatihan bareng di Jakarta Januari 2012 lalu. Bro Dodi jauh-jauh lho dari Jogja naik bus ke Hotel Sahid Jaya dan bareng ikut rombongan Blogger ke keraton Kasunanan Surakarta.

Pada obrolan-obrolan melepas rindu dengan bro Dodi, ada cerita tentang #ArisanBuku yang cukup memberi inspirasi. Jadi beberapa saat yang lalu dia bersama teman-temannya membuat sebuah event di blog yang dinamakan #ArisanBuku. Konsep event itu adalah tiap member dalam #ArisanBuku wajib menyediakan satu buku untuk dijadikan hadiah pada lomba menulis blog yang dapat diikuti oleh bloggers umum. Lomba blog atau tema tulisan biasanya dikaitkan dengan klu dari buku yang akan dijadikan hadiah. Sebuah kegiatan yang menarik karena melatih sekaligus minat menulis dan membaca buku-buku baru.

Dari sana aku terfikir mengenai program Relawan Baca yang sedang dirintis bersama teman-teman pejgiat rumah baca. Pada program tersebut, kami mengajak publik untuk volunteering membantu menyediakan audiobook bagi teman-teman tunanetra dengan cara yang sangat sederhana. Para Relawan Baca cukup melakukan kegiatan membaca buku seperti biasa, hanya ditambah dengan dibunyikan serta direkam dengan gadget masing-masing. Lantas file hasil recording buku tersebut diunggah (upload) ke online file storage, seperti 4shared atau SoundCloud, dan tautannya dishare ke situs relawanbaca.org.

Sebagi modifikasi atau lebih tepatnya kegiatan real agar program Relawan Baca inilebih menarik, aku memiliki gagasan untuk menggabungkan #ArisanBaca dengan proses produksi audiobook secara sukarelawan di Relawan Baca. Gagasannya kurang lebih seperti berikut:

  1. Dikumpulkan sekelompok orang yang akan menjadi member dari #ArisanBuku yang dapat dikatakan juga sebagai donatur buku yang nanti akan dijadikan hadiah. Buku yang nanti didonasikan tak perlu yang masih baru dalam segel plastik, sudah dibaca atau scann tak jadi soal asalkan keadaan masih terlihat baru. Syarat ini potensial bagi tunanetra menjadi donatur buku karena biasanya buku yang dibeli hanya dipakai untuk discann lalu tak dipergunakan lagi. Apabila buku yang sudah discann lalu dijadikan donasi buku maka akan lebih bermanfaat.

  2. Selanjutnya, ditentukan periode #ArisanBuku dan giliran siapa yang akan menjadi donatur buku dan menentukan tema lomba blog. Misal satu buku dapat dilombakan untuk waktu satu bulan, maka 12 donatur buku saja sudah dapat berjalan untuk waktu satu tahun.

  3. Lomba blog yang diadakan wajib untuk diikuti oleh umum. Sedangkan bagi donatur buku, tidak ikut dalam kompetisi melainkan tetap menulis dan nanti nendapatkan versi audiobook atau ebook. Nah, bagi peserta yang nanti blog postnya terpilih dan mendapat hadiah buku, wajib untuk menjadi Relawan Baca yaitu membacakannya untuk direkam dalam format audiobook.


Kurang lebih seperti itu yang ada di benak saya saat ini. Tujuanakhirnya adalah bagaimana minat menulis dan membaca dapat berjalan sinergis dengan kepedulian terhadap sesama. Peduli bahwa kemudahan untukmengakses ilmu pengetahuan dan wawasan melalui buku perlu juga untuk dibagi dengan saudara-saudara tunanetra yang terbatasi oleh media. Selain itu, audiobook yang dihasilkan nanti juga dapat dinikmati oleh anak-anak dan pembaca yang bertipe audio. Bagi kamu yang membaca post ini dan punya ide lain atau masukkan, mari kita diskusi di bagian komentar. Sarandan kritik yang membangun dari kamu sangat diperlukan untuk membuat ide ini lebih konkret. Semoga lancar juga inisiatif untuk mengadakan launching program Relawan Baca yang tempo hari digagas bersama @devinatic. Mari temukan makna lain dari membaca dan menulis blog!(DPM)

Komentar

  1. Gimana kalau untuk pembacaan buku jangan hanya dilakukan oleh pemenang lomba yang dapat buku aja? soalnya tar memakan waktu yang lama banget, kalau bisa dibagi-bagi aja perbab dari total peserta lomba yang berminat?

    BalasHapus
  2. itu juga yang jadi pemikiran gw bung. gimana caranya agar tetap ada orang yang dapat hadiah buku, tapi proses perekaman tidak memberatkan. bagaimana mengkombinasikan antara hadiah dan proses pembacaan dengan banyak orang secara berantai?

    BalasHapus
  3. ivanpurnawan16 Mei 2013 00.24

    Setuju banget ama konsep kegiatan ini, sebenernya pemikiran-pemikiran apik seperti ini yang harus mampu di akomodir sesegera mungkin, terutama dalam gelaran acara besar layaknya ASEAN Blogger Festival 2013 kemaren.

    Namun terlepas dari semua itu follow up dari semua inilah yang paling penting, dan tinggal kita tindak lanjuti saja bagaimana langkah selanjutnya, siapa-siapa yang mau menjadi bagian dari semua ini agar dapat terlaksana dengan apik. Apalagi Kartunet.com sudah memulainya jauh-jauh hari

    Sip !

    BalasHapus
  4. wah, terima kasih mas tanggapannya. sangat memerlukan banyak dukungan kolaborasi. Kita saat ini sedang mengusahakan untuk mengadakan semacam launching agar efek publikasinya lebih masif. mudah-mudahan bisa dilaksanakan akhir bulan ini bersama teman2 dari rumah baca..

    BalasHapus
  5. Syaifuddin sayuti16 Mei 2013 05.36

    Ide yang menarik Dimas. Saya dukung ide ini. Tapi khusus soal pembacaan buku, bisa dishare secara tehnisnya gimana? Saya minat soal ini tapi belum paham tehnisnya.

    Oya kita kemarin sama2 ke Solo tapi tak sempat bertukar sapa karena padatnya acara.

    BalasHapus
  6. halo mas. salaman di sini juga jadi. hehe. oh iya. terimak asih dukungannya. untuk yang produksi audiobook saya akan nulis laginanti. tapi sementara coba bisa ke relawanbaca.org mudah-mudahan info di sana cukup jelas :)

    BalasHapus
  7. keren idenya

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah. mudah-mudahan ada kesempatan untuk merealisasikan nih

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun