Langsung ke konten utama

Bawa Laptop Berwindows Bajakan ke Luar Negri?

Jakarta - Beberapa waktu lalu pernah ada rumor bahwa laptop dengan windows bajakan akan dirazia di bandara. Bahkan sampai saat ini, pertanyaan itu kerap muncul khawatir jika di bandara laptop akan disita, disuruh bayar denda, atau yang terburuk dipidana. Baru saja aku diberi kesempatan untuk bepergian ke luar negri buat yang pertama kalinya, dan membuktikan benar tidaknya isu tersebut. Lantas apa yang terjadi? Ya, jawabannya adalah tak masalah.

Karena merasa masih belum cukup pantas (baca: mampu) untuk membeli software windows dan office yang original, tetap bersemayamlah itu program bajakan seolah-olah asli di netbook dan PC rumahku. Sempat ada fikiran untuk beli software yang original. Tapi lihat-lihat lagi harganya di internet, ternyata agak luar biasa juga ya. Lebih dari 1 juta rupiah. Masih banyak hal-hal lebih prioritas lainnya yang dapat menggunakan uang tersebut. Aku tahu prinsip ini memang tak boleh ditiru. Apabila merasa mampu, seyogyanya membeli software yang asli. Namun aku berfikir jika zakatku saja masih lebih kecil daripada harga software tersebut, maka tak sudi aku beli yang original. Kecuali jika dapat hadiah, tentu dengan senang hati #modus.

Saat ingin berangkat ke Adelaide akhir Agustus lalu, sempat bertanya pada teman yang sedang program master di kota yang sama. Meski beliau saat ini menggunakan windows original, tapi isu bahwa laptop dengan windows akan kena razia di bandara hanyalah hoax. Beberapa kali ia bepergian keluar negri dengan windows dan software bajakan lainnya, tak pernah ada masalah. Bahkan tak ada pemeriksaan sticker windows original di laptop oleh petugas. Petugas kadang hanya meminta kita untuk mengeluarkan laptop dari tas untuk dipindai terpisah dengan sinar X. Sepertinya x-ray tersebut bukan untuk memeriksa originalitas, tapi mengetahui siapa tahu terselip narkoba di dalamnya.

Lantas ketika aku berangkat hingga pulang beberapa hari lalu, melewati tiga bandara yaitu Jakarta - Kuala Lumpur - Adelaide, Alhamdulillah netbook berwindows bajakan itu tetap melenggang aman. Jadi, kamu yang ingin ke Australia atau negara lain dan masih menggunakan windows bajakan di laptop, tak perlu khawatir. Tapi buat kamu yang masih paranoid dan ingin bertindak seaman mungkin, ok akan coba aku share beberapa tips yang didapat dari berbagai sumber.

  1. Bawa laptop ke kabin tanpa battery. Simpan battery dan kabel charger di koper bagasi. Cara ini agar apabila petugas minta untuk mengaktifkan laptopmu untuk diperiksa, kamu dapat beralasan bahwa battery dan charger ada di koper bagasi, yang dengan kata lain sudah masuk kargo.

  2. Copot salah satu komponen fital laptop seperti RAM atau hardisk. Mutlak ini akan membuat laptop tidak akan dapat bekerja apabila dihidupkan.

  3. Format atau kosongkan drive C pada laptop. Setelah sampai di negara tujuan, silakan install lagi menggunakan flashdisk. Disarankan untuk tidak membawa CD atau DVD bajakan ya. Sebab kalo point itu jelas terlarang di Customs Australia.

  4. Tenang, jangan tunjukkan wajah panik seperti maling ayam ketangkap basah saat diminta untuk menghidupkan laptop. Beri alasan-alasan yang rasional mengapa kamu tak dapat melakukannya seperti di atas.


Nah, buat yang masih pakai software bajakan, tak perlu khawatir saat di bandara. Minimal, aku sudah pernah sekali membuktikan saat ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Adelaide, Australia. Soal menggunakan software bajakan ini memang complicated. Kembali ke pilihan personal masing-masing. Jika bicara dengan distributor software original, pasti menentang habis dan menghujak kita sebagai pendosa. Tapi bagi kita yang ingin belajar tapi belum mampu, at least belum niat untuk beli yang original, maka menjadi sah-sah saja. Prinsipnya asal software bajakan yang didapatkan secara gratis tidak dikomersilkan lagi, dan mau berbagi info pada mereka yang membutuhkan, cukup rasanya.

Coba direnungkan, mengapa Microsoft seakan-akan tak berusaha lebih keras agar ciptaannya tidak dibajak? Malah pada versi Windows Vista dan 7, proses membuat yang bajakan jadi seakan "original" lebih mudah, cukup dengan satu program Windows  Loader. Ini terntu mencurigakan. Jika dari pemikiran bodohku, tentu Microsoft tetap ikut menuai keuntungan tidak langsung dari makin banyaknya program mereka digunakan, meski versi bajakan. Bayangkan mereka bersaing dengan Apple yang mutlak tak dapat dibajak, pada faktanya, mana yang lebih banyak digunakan oleh pengguna komputer dunia? Tentu produk Microsoft.

Konsepnya mirip dengan artis dan kaset bajakan. Mereka benci jika karyanya dibajak, tapi di sisi lain jadi parameter popularitas saat karyanya makin laris di pasar bajakan. Sedangkan untuk Microsoft, makin banyak yang menggunakan Windows, meski bajakan, akan tetap meningkatkan permintaan pada software original mereka. Mungkin oleh institusi resmi atau individu yang merasa sudah cukup sejahtera untuk beli software original. Semua itu dapat terjadi karena mayoritas orang familiar dengan Windows, jadi produk inilah yang dipilih minimal di area-area resmi. Singkat cerita, semacam promosi gratis bagi perusahan milik Bill Gates itu.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mau pakai software bajakan atau original, itu pilihan kamu. Intinya, jika masih pakai bajakan, tak perlu khawatir study atau kerja kamu terganggu karena kena razia di bandara. Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar ya.(DPM)

Komentar

  1. postingan yang keren bro,, lanjutkan :)

    BalasHapus
  2. terima kasih. semoga gak ragu lagi pakai bajakan ya #ehhh :D

    BalasHapus
  3. Baru nemu postingan bagus kayak gini. Mantap. Menurut saya sih pakai bajakan nggak masalah, asal dipakai untuk pribadi dan bukan untuk diperbanyak dan dijual. Kalau apa-apa mesti pakai yang original, mahasiswa pasti bangkrut karena buku-buku kuliah original harganya ngajak miskin banget. =D

    BalasHapus
  4. Mas, mau tanya flashdisknya ga diperiksain juga atau gimana? Flashdisknya disimpan di tas yang dibawa ke cabin atau bagasi? soalnya agak parno juga di flashdisk ada beberapa software bajakan hehe..

    BalasHapus
  5. IKA FEBRIANA11 Mei 2014 17.34

    Thanks banget buat informasinya, itu jadi hal yang selalu bikin gue bertanya-tanya. Nah kalo untuk barang bajakan lainnya gmn yaa? kaya sepatu, tas, koper dan lainnya ada sensornya ga siiiih?

    BalasHapus
  6. joe bno s jsua11 Mei 2014 23.16

    tipsnya okkke bngettt, gue suka gaya loe brow, "biar bajakan asal selamat"heehe

    BalasHapus
  7. Oke-oke. Jadi gak perlu khawatir ya kalo saya menusul Mas Dimas ke Ausi ato KL. hehe.. Trims infonya. :D

    BalasHapus
  8. aamiin... tapi saya udah balik di Jakarta lagi kok :)

    BalasHapus
  9. haha. thanks gan. ya kalo udah bisa beli yang original, mengapa enggak. Tapi kadarnya juga ga terlalu tinggi sih selama masih buatan orang luar negeri. Kalo buatan bangsa sendiri, baru pikir2 berkali-kali untuk pakai yang bajakan.

    BalasHapus
  10. halo mbak Ika. Untuk barang-barang lain, saya juga ga tahu bagaimana bikin alat sensornya ya. Karena kan ga ada tuh indikator kain ori atau bajakan. hehe. Tapi yang jelas di guidebook Custom Australia, ada keterangan untuk larangan bawa barang2 tiruan untuk pakaian, sepatu, dll. Tapi ya saya pas datang ke sana aja pakai sepatu bikinan entah mana ga ada yang cegat untuk pinjam kok. :D. Intinya selama bukan barang2 yang jelas2 terlarang seperti narkoba dll, tenang2 aja. Mereka juga ga kepengen kok sama barang2 KW super kita :D

    BalasHapus
  11. Hai mbak Farah. Untuk flashdisk ga diperiksa kok. Kasihan nanti yang ngantri dibelakang kalo flashdisk juga diperiksa satu per satu. :)

    BalasHapus
  12. setuju gan. Tapi yang dikhawatirkan, kecenderungan kita untuk pakai barang-barang bajakan jadi "memanjakan" mental dan jadi mematikan kreativitas. Kan ada pendapat bahwa orang pinter karena udah kepepet. Nah ketika merasa susah banget mau pakai software atau baca buku yang harganya selangit, jadi mulai den kreatif untuk bikin software juga atau yang punya jiwa sosial bikin yang open source. Ya, ini pesan untuk diri saya sendiri juga kok :)

    BalasHapus
  13. Darna Sri Yani Fartace10 Juni 2014 17.38

    Mas Dimas saya mau tanya kebetulan minggu depan saya mau ke Malaysia tapi transit terlebih dahulu ke singapure, dan waktunya lumayan lama nunggu di bandara nya, dan saya berencana mau bawa notebook saya..bermaksud untuk menemani selama menunggu penerbangan selanjutnya. tapi windows yg saya pake bajaka. Kira2 amankah kalo saya menggunakan laptop di bandara nanti mas<

    BalasHapus
  14. mudah-mudahan aman kok mbak. sepertinya ga ada yang sampai kepo-kepo banget periksa tiap orang yang lagi pakai laptop. hehe. Saya juga internetan di bandara Kuala Lumpur pakai laptop berwindows bajakan itu dan ga masalah..

    BalasHapus
  15. Mudita Pangestu17 Juni 2014 15.26

    blog anda menarik sekali. saya ada rencana studi ke China berangkat dari bandara Ngurah Rai, Bali transit di Kuala Lumpur dan baru tiba di China. kalau saya bawa laptop windows bajakan kira2 kena razia tidak ya?
    tolong dibalas. terima kasih.

    BalasHapus
  16. Terima kasih sudah berkunjung dan selamat ya untuk studinya. anyway, In sha Allah aman kok. tenang aja. Saya pas di KLIA malah pakai laptop untuk internetan dengan wifi di bandara dan Alhamdulillah aman2 saja.

    BalasHapus
  17. Mudita Pangestu18 Juni 2014 04.18

    Terima kasih gan!

    BalasHapus
  18. Ente muslim ya?

    "...Namun aku berfikir jika zakatku saja masih lebih kecil daripada harga software tersebut, maka tak sudi aku beli yang original....."

    Dalam Islam juga jelas-jelas melarang pemakaian produk bajakan/plagiat dalam bentuk apapun.

    Zakat boleh di junjung, tapi larangan/ibadah lain tak boleh diremehkan, apalagi di tinggal.
    #CMIIW :)

    BalasHapus
  19. Halo, salam :) wah, artikelmu ini sangat bermanfaat nih. makasih ya udah sharing, paling ga bisa dapet pencerahan, ;p

    BalasHapus
  20. iya kadang sering juga ada denger kyk gt, cuma akrana gak pernah keluar negeri jd gak tw...
    tp dulu saya pernah magang di toko komputer, trus ada komplain karna diinstalin windows bajakan, dan gak dikasik bwa tuh laptop katanya keluar (ntah keluar pulau ato keluar negeri)...
    Mungkin itu bohong itu kayaknya ya?

    BalasHapus
  21. sama-sama. eits asal bukan pencerahan untuk selamanya pakai software bajakan ya. hehe. terima kasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  22. iya. kemungkinan gitu. karena memang petugas imigrasi ga terlalu kepo juga kok sampai periksa-periksa laptop.

    BalasHapus
  23. solusinya jangan pake windows bajakan, jangan bawa laptop ke bandara jika windowsnya bajakan atau gunakan OS OpenSource :D

    Mending pake OpenSource :p

    BalasHapus
  24. yoi gan. betul banget. Kalo mau save, ya pakai windows original. tapi kalo ga bisa bisa pakai Linux. tapi kalo ga suka juga, ya terserah, pakai bajakan tapi risiko ditanggung sendiri ya :)

    BalasHapus
  25. Informasinya kece bgt, mas
    walopun belum pernah ke LN, tp hal2 kek gini emang musti tau sebagai antisipasi ya

    BalasHapus
  26. betul mbak. Istilahnya Swedia paying sebelum hujan. hehe :)

    BalasHapus
  27. tegar arifianto23 Oktober 2014 23.45

    wow keren bingit neh mas ulasannya btw thanks berat gan nice inpoh hehehehe kangen juga sama nte neh yg nebak2 suara ane kl papasan di kampus :D

    BalasHapus
  28. Mantap gan comment yang ini..makanya kalau bisa jangan mau dijajah oleh Produk Mikocok (Micros*ft) yang terus-terusan manjain pengguna, bikin pengguna ketergantungan, mau upgrade bayar lagi.

    BalasHapus
  29. hahaha. masa lalu banget tuh kak. ya sekarang papasannya di Facebook :D

    BalasHapus
  30. iya. apalagi produk2 apel growak ya gan . hehe :D

    BalasHapus
  31. mgkn lbh aman make linux aja kali yak

    BalasHapus
  32. yoha gan. yang legal lebih save. Kalo pakai bajakan, risiko ditanggung sendiri. tapi namanya risiko, bisa berbahaya tapi juga bisa aman2 aja :)

    BalasHapus
  33. Artikelnya sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  34. Nice info... Selama ini memang masih bertanya-tanya seputar masalah software bajakan ini. Maklum saya belum pernah ke luar negri. Tapi waktu itu sempat dikasi tau sama dosen di kampus katanya waktu dia ke jerman laptopnya di periksain terus diliat ada stiker original atau enggak...
    Apa jangan-jangan tu dosen cuma nakutin kali ya biar gak pake bajakan lagi

    BalasHapus
  35. Wah, makasih infonya mas

    Sempat khawatir karena windows saya juga bajakan. Siapa tau saya harus ke luar negeri bawa bawa laptop.

    BalasHapus
  36. mas dimas, ane setuju dengan artikel antum d atas. mas dimas, ane rencananya mau ke jepang. sebelum sampe jepang ada dua negara yg perlu ane lewati karna sudah tertera di tiket. so, yg ane tanyain apakah save buat bawa laptop yg winfowsnya nggak original di bandara singapore, bangkok (thailand), n di jepang sendiri?
    mohon bantuannya mas dimas.
    thanks before

    BalasHapus
  37. beli software, apapun itu, sebenernya menghargai pekerjaan programmer dan temen2 nya, sama halnya dengan pemusic yg di bilang tadi.

    BalasHapus
  38. salam bro (Mas Dimas)... hahaha...
    thanks banget nih infonya.. selain infonya yang bermanfaat artikelnya jga jossss... mantab...
    hampir aja aku ngikutin langka yang di atas, seperti ngosongin data C. tapi gak jadi... aku sih cukup yakin dengan artikel ini... pengalaman jadi modal penting... kebetulan dalam waktu dekat ini aku akan study di negeri jiran.. pas bangett..
    sekali makasih banget....
    salam sukses bahagia :)

    BalasHapus
  39. wah makasih banget buat infonya mas. sempet panik soalnya 2 hari lagi harus berangkat buat pkl ke malaysia dan ada yg bilang pasti pemeriksaannya ketat dan sekarang yakin lah hihi :)

    BalasHapus
  40. tenang mbak, Insya Allah aman. tapi akan lebih aman jika beli Windows yang original ya, lebih jangka panjang :)

    BalasHapus
  41. sama-sama bro Arifin. Semoga lancar ya study-nya. Jangan lupa, tetap lebih ok punya Windows yang original ya. Alhamdulillah nih akhirnya saya sudah punya yang original sekarang, meski beli second :D

    BalasHapus
  42. betul banget. sangat setuju. maka dari itu, lebih baik tetap beli software yang original.

    BalasHapus
  43. aamiin. semoga bisa cepat dapat kesempatan untuk ke luar negeri gratis ya :)

    BalasHapus
  44. Mungkin tampang dosennya agak2 mencurigakan kali ya? hehe. bercanda :D

    BalasHapus
  45. Makasih infornya mas..
    Sempat worry karena bulan depan ada business trip ke LN sementara ada kemungkinan bawa laptop pribadi yang masih belum ori windowsnya.
    Ini sedikit pencerahan biar ada sedikit persiapan kalau-kalau ada yang kepo.
    Makasih tipsnya..

    BalasHapus
  46. sukses buat business trip-nya, tapi pakai yang ori tetap lebih asik lho. hehe

    BalasHapus
  47. kalo handphone blackmarket gitu bisa lolos ga gan di bandara seperti bandara malaysia??

    BalasHapus
  48. bisa aja sob asal udah dibuka dari kemasan.

    BalasHapus
  49. mas saya nunpang tanya . saya mau ke singapore , saya pake sepatu kw . kira kira kena sita tidak ya di bandara ?

    BalasHapus
  50. tenang mas. sepatu produksi Cibaduyut pun ga akan diapa-apain. Kita kan cinta ploduk ploduk Indonesia :)

    BalasHapus
  51. Arya Sakti Sutejo Mangunkusumo Anak Juragan Tembako Di desa Saya24 Agustus 2016 07.32

    Mas klo bawa istri orang lain gmn mas?bakal ketauan ga?cuman mau ngajak ke singapura, jalan-jalan aja. Abis kasiman ibu ini jauh dari suaminya, dan kyknya suaminya kurang peduli alias dulu kawinnya dijodohin, sama2 udah berumur tp gak berlumut.

    Gmn mas...sama imigrasi bakal ketauan gak ya....mohon pencerahannya mas.

    BalasHapus
  52. Ane mau tanya gan,,
    Kalo bawa hp black market dari
    palembang ke batam,,
    Lolos gak ya,,

    hp nya 1 aja,,
    Lagi di pakek

    BalasHapus
  53. sepertinya kalo lagi dipakai atau bukan masih dalam segel dus sih aman bos.

    BalasHapus
  54. yang pasti sih ketahuan Tuhan dan malaikat om. hehehe

    BalasHapus
  55. Arya Sakti Sutejo Mangunkusumo Anak Juragan Tembako Di desa Saya25 Agustus 2016 06.06

    Hmmmm...bawa2 itu...gak jadilah...lagian harga rokok bulan depan jadi 50-100 ribuuww...mau nimbun dulu...drpd dipake jalan2....wehehe....

    BalasHapus
  56. hehe. iya betul om. Daripada nambah istri apalagi yang udah jadi istri orang, lebih baik nambah mobil om. iya ga? biaya perawatannya sama :D

    BalasHapus
  57. kalau windowsnya OEM apa petugasnya akan mengecheck ngak kak, soalnya saya mau kuliah di Nanjing tahun depan kak ? di daerah china timur sih...

    BalasHapus
  58. hai El. sepertinya ga apa2 ya. tenang saja. itu kan bukan kategori bajakan.

    BalasHapus
  59. Terima kasih banyak atas artikelnya :D

    BalasHapus
  60. waaah jadi engga masalah. dari kemarin mau bawa laptop engga jadi mulu takut disita di bandara ???

    BalasHapus
  61. mas sya diundang kunjungan ke KL , utk meliput bberapa tmpat dsana,, sya merasa beruntung diajak tman sya sehingga sya pun setuju, tp windows dan software yg sya pakai semua bajakan.. apakah dijamin 100% aman selamat pulang pergi? mohon pencerahannya mas

    BalasHapus
  62. saya baru saja kemarin pulang dari KL. selama perjalanan lewat imigrasi dan bandara, ga ada pengecekan untuk buka2 laptop. Saya ga tahu sih kalo ada alat secanggih scanner yang bisa deteksi pemakaian windows bajakan di laptop yang sedang mati. yang jelas saya pakai windows 10 ori tapi software2 lain, termasuk office bajakan, dan aman2 saja.

    BalasHapus
  63. Albertus Richard10 Februari 2017 19.18

    Gan saya mw study ke LN , Apakah pasti aman bass laptop yang os windows nya bajakan?

    BalasHapus
  64. Albertus Richard10 Februari 2017 19.18

    Gan saya mw study ke LN , Apakah pasti aman bawa laptop yang os windows nya bajakan?

    BalasHapus
  65. jika dari pengalaman ane ke Aussie dan Malaysia sih aman bro. tapi jika tak yakin, format aja dulu laptopnya, terus nanti diinstall ulang lagi OS jika sudah sampai di negara tujuan.

    BalasHapus
  66. Terima kasih ya Om, berkat artikel ini sekarang aku sudah mengerti tentang kabar/ rumor boleh tidaknya naik pesawat dengan membawa laptop yang windowsnya tidak orisinil.

    BalasHapus
  67. Saya dah berkali2 k luar negri tapi ga pernah bawa laptop, sekarang saya mau k Iran bawa notebook dgn windows bajakan bakalan lolos check in ga ya? Saya rencana ga bawa koper, cuma ransel kecil aja buat d kabin. Harus gmn kalo ada petugas yg merampas notebook dgn alasan keamanan?

    Makasih

    BalasHapus
  68. wah semoga lancar ya perjalanannya. Semoga petugas di sana juga ga kepo-kepo banget sama barang bawaan penumpang :)

    BalasHapus
  69. Klo keluar negeri sih gw rencananya. pake Linux trus Windows yang bajakan gw sembunyiin dibalik linux.. ? klo udah sampai tinggal dibalikin lagi supaya Windowsnya bisa dibuka.. #Cerdas

    BalasHapus
  70. Sebelumnya salam kenal.
    Terjawab sudah pertanyaanku tentang ini. Jelas, nanti akan menjadi penerbangan yang pertama hehe

    BalasHapus
  71. thanks. have a nice flight ya gan.

    BalasHapus
  72. Mending beli coa oem do toko online sekitar 200rb an.. Hihihii

    BalasHapus
  73. bener tuh kak. ga terlalu mahal tapi di hati tenang. hehe.

    BalasHapus
  74. Mas saya baru baca artikel ini disaat yang mendesak pula.. saya mau ke KL dan mau bawa laptop. Tapi sayangnya laptopnya BM dan itupun lisensi Malaysia. Windowsnya juga bajakan beserta isinya... wah ini double amat ya. Apa itu aman dibawa ke kabin? Gak akan ada kena denda atau tindak pidana kan? Saya pertama kali bgt ini... mohon pencerahannya lagi ya mas. Artikel diatas luar biasa, awalnya aku gak cemas lagi tapi pas ingat laptopnya BM waaahh jd panik lagi.. makasih mas mohon pencerahan lagi..

    BalasHapus
  75. hai mbak Misa. Sepertinya akan aman2 saja mbak. karena kan tak ada bedanya barang BM atau original atau apapun. petugas bandara ga se-kepo itu kok. hehe

    BalasHapus
  76. Saya rencana mau ke german bulan depan. Kira-kira kalau bawa harddisk apakah akan diperiksa isinya? Apakah kalau isinya film seperti drama korea dapat menjadi masalah? Terima kasih sebelumnya. Mohon informasinya.

    BalasHapus
  77. sepertinya tidak masalah kok. Ga mungkin juga ngecek hardisk satu per satu.

    BalasHapus
  78. mas akhir bulan ini saya ada study d amerika. kalo k amrik d cek2 juga ya?? mngkin tmn mas ada yg pny pngalaman....

    BalasHapus
  79. kalau mau aman dan pasti mas, hardisk dipartisi saja dulu. terus data dibackup semua ke drive D di hardisk. Lalu windows diuninstall dulu saja. sesampai di US diinstall kembali. ga sulit kok.

    BalasHapus
  80. Kak apakah ada larangan untuk merk tertentu misalnya "HP" atau "Dell" yang gak boleh dibawa kepesawat.
    Ini temen saya ada yang bilang tapi saya ragu bener apa enggaknya.
    Posisi netbook sya merk HP kak.

    BalasHapus
  81. setahu saya tak ada pengaruh dengan merk laptop.

    BalasHapus
  82. Artikel yang mencerahkan. Benar juga, kalau windows tak bisa di bajak seperti apple, pastinya penggunanya juga akan sangat jarang seperti apple

    BalasHapus
  83. terima kasih mas sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  84. mas Dimas article ini beneran dan masih berlaku hingga sekarang (Maret 2018) kan?? besok akan ke Sydney kalau nanti besok di periksa ketauan windows ku bajakan aku boleh pake alasan karena baca article ini dong yaaaa hahhaha

    BalasHapus
  85. Kalo MacOS ga bisa dibajak, terus kenapa ada hackintosh?

    BalasHapus
  86. mas dimas,saya ada beli serial key di tokopedia tapi dia jual cuma serial key doang,aman gak kalau pakai serial key ini tapi saya check di pc saya retail key,mohon pencerahan ya

    BalasHapus
  87. Insya Allah aman. saya juga pakai itu kok. tinggal cek aja di Microsoft account. kalau ga asli ga bisa diterima di sana.

    BalasHapus
  88. Mas, saya mau bertanya, kalau misalkan HP itu biasanya ada pengecekkan yang lebih ketat atau ngga? Misalkan ternyata barangnya itu BM atau ga ori?

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun