Langsung ke konten utama

Jangan Sampai Tak Bawa Ini ke Australia

Jakarta - Persiapan yang matang selalu membuat segala sesuatu lebih baik. Sama ketika ingin merencanakan sebuah perjalanan ke luar negri, cari-cari informasi di internet atau bertanya pada yang sudah berpengalaman. Sebisa mungkin mengurangi risiko yang dapat terjadi di masa depan. Apalagi jika kamu pergi seorang diri ke negeri asing untuk bekerja atau belajar, maka pengalaman orang lain akan jadi bekal yang baik. Nah, dalam tulisan kali ini aku mau share barang-barang apa saja yang sebaiknya dibawa ketika ingin ke Australia. Dalam kasusku, yaitu ke Adelaide, ibukota negara bagian South Australia.

Aku pergi ke Adelaide untuk tujuan kuliah pendek selama tiga bulan dari awal September hingga akhir November. Tiga bulan tersebut bertepatan dengan Spring atau musim semi di Adelaide. Kota ini beriklim sedang, jadi cukup dingin tapi tak ada salju di Winter atau musim dingin. Ada beberapa persiapan yang aku bawa sesuai dengan saran dari teman yang sedang ambil program master di sana. Mungkin apa yang dibawa ini cukup representatif, karena ketika datang sedang transisi dari Winter ke Spring, dan saat pulang mulai masuk Summber atau musim panas.

Pakaian.


Untuk pakaian, sebetulnya tak perlu yang terlalu khusus. Cukup bawa beberapa sweater yang cukup tebal dan glove atau sarung tangan apabila tak kuat udara dingin. Kedua pakaian ini bermanfaat di awal-awal Spring dimana udara masih terasa sangat dingin, apalagi bagi yang baru pertama kali ke negeri beriklim sedang. Perlu juga bawa jaket antiair yang juga berguna untuk jubah perjalanan. Sebab di Adelaide, angin bertiup sangat kencang disertai hawa dingin. Jadi akan sangat membantu apabila ke luar apartemen. Selain itu, cukup pakaian biasa di Indonesia saja yang dapat dipakai setelah benar-benar masuk Spring.

Sepatu waterproof


Perlu sekali bawa sepatu booth atau bahan yang tahan air. Biasanya di awal Spring, akan sering turun hujan. Jalanan jadi becek meski ga ada ojek. hehe. Jadi agar tak perlu sering-sering cuci sepatu, dapat gunakan sepatu yang waterproof, jadi tinggal lap saja jika basah.

Cabel Extention


Di Australia, tegangan listrik yang digunakan sama dengan di Indonesia yaitu 220V. Namun steker yang digunakan berbeda. Mereka menggunakan steker berkaki tiga yang kaki positif dan negatifnya agak miring dan pipih. Sebetulnya jika mau beli di Australia pun banyak dan tidak terlalu mahal, paling AUD10. Tapi jika ingin bawa dari Indonesia jangan salah beli ya. Sebab ada juga steker kaki tiga yang agak besar-besar kakinya dan biasa digunakan di Amerika. Buat di Australia, yang pipih dan agak miring.

Modem 3G Portable


Di kampus atau restoran memang mudah dijumpai Wifi, tapi di apartemen biasanya internet ini cukup mahal. Di apartemen tempat aku tinggal di Adelaide, biaya internet untuk quota 12Gb sebulan sebesar lebih dari AUD200. Memang cepat sih, tapi mahalnya ga kira-kira juga. Untung saja ditanggung semua oleh universitas. Nah, jadi buat alternatif, beli kartu GSM di Aussie dan pakai modem 3g unlock dari Indonesia juga lumayan.

Sabun dan Lotion ber-moisturizer.


Di Adelaide dan katanya hampir seluruh Australia, kelembapan udaranya sangat rendah. Tidak sama seperti di Indonesia dan negara-negara tropis yang sangat tinggi. Ini disebabkan oleh adanya Gurun Gibson dan gurun-gurun kecilnya yang ada di pusat benua Australia. Jadi, udara agak kering yang biasanya berdampak pada kulit orang-orang yang berasal dari daerah berudara lembab. Aku memang bawa beberapa lotion sesuai dengan rekomendasi kawan. Tapi karena cowo, tengsin dong pakai lotion dan merasa ribet. Tapi karena kulit makin kering dan perih, mau tak mau, pagi-pagi setelah mandi ritual berikutnya adalah pakai lotion di sekitar tangan dan muka. Namun lambat laun, kulit kita akan beradaptasi kok. Setelah dua bulan, kulitku sudah mulai merasa biasa.

Botol Minum


Ini termasuk hal yang penting. Mungkin buat kita di Indonesia yang tinggal beli Aqua dimanapun bisa. Tapi di Aussie, harga air mineral atau Spring Water cukup mahal. Alternatifnya, bawa botoh minum kemana pun pergi jadi langkah bijak. Sebab di Australia, semua air dikelola dalam jaringan PAM oleh pemerintah daerah, dan dapat langsung diminum tanpa direbus. Apabila sudah terbiasa, dapat langsung colok botol minum ke kran dan beres. Tapi buat beberapa orang, terutama orang Asia, minum tanpa direbus agak sedikit janggal. Wal-hasil, kadang pun aku rebus dulu air dari kran dengan teko listrik.

Pakaian Adat Tradisional.


Ini memang tak wajib, tapi sangat disarankan sebagai bangsa yang bangga akan budayanya. Coba ketika sedang ada acara-acara resmi, datang dengan pakaian adat daerah. Pasti orang-orang Aussie pada heboh dan sangat tertarik dengan apa yang kamu pakai. Buat aku sih simple saja yang dibawa. Cukup baju batik, dasi batik, dan blangkon. Jadi bisa pakai baju batik plus bangkon, atau ketika harus sangat formal, tetap dapat pakai jas dan dasi batik. Karena budaya Indonesia cukup akrab buat orang-orang Aussie, mereka pasti akan komentar ketika pakai dasi bermotif batik. Lumayan kan buat strategi menambah kenalan dan promosi bangsa #Modus.

Yup, sudah itu saja beberapa barang penting yang perlu dibawa dari Indonesia ketika ingin berangkat ke Australia. Jika ada yang kurang, nanti akan aku update postingan ini. Jika ada pertanyaan, silakan di kolom komentar ya.(DPM)

Komentar

  1. asik asik... kak dimas rajin nulis... seneng jadi bisa bagi pengalaman, gak kayak aku males nulis hahha. sip deh, semoga bisa segera kunjung ke negeri seberang :D

    BalasHapus
  2. Pakai lotion??? sampai segitunyakah? hahahahahaha

    BalasHapus
  3. yup. karena kelembaban udara di sana dan Indonesia beda jauh. tapi tergantung tipe kulit masing-masing juga. jika yang parah, bisa benar2 ganti kulit :D

    BalasHapus
  4. amin.. tapi kamu udah lebih jauhd ari saya Ay. thanks ya udah visited anyway :)

    BalasHapus
  5. Sampe skr masih pake lotion juga???? Pantesan pulang dari sana berubah ya 3 bulan pke lotion :D

    BalasHapus
  6. jika di laptop dengan OS bawaan yang original biasanya kan ada sticker yang menginformasikan tipe windows di dalamnya dll itu.

    BalasHapus
  7. itu kan hanya karena kebutuhan iklim saja.

    BalasHapus
  8. thanks for your information very help me

    BalasHapus
  9. masi di australi gak kak?
    kak, upah untuk mahasiswa yang kerja part time berapa ya kak per jamnya?

    BalasHapus
  10. hai, wah saya udah balik Indo dari akhir 2013. hmm, kurang tahu juga deh ya. tapi lumayan lah untuk memperpanjang hidup :)

    BalasHapus
  11. Stock makanan halal disana gimana ?

    BalasHapus
  12. Insya Allah banyak om. di pasar atau market juga biasanya ada halal butcher yang memang jual daging halal. Atau kalo mau yang masih abu-abu, tinggal tanya aja ini ada daging babi atau ga, mereka fair kok mau jawab. Atau di sana juga banyak kan restoran yang punya orang Pakistan, Afgan, dll. Itu jelas halal.

    BalasHapus
  13. Mas, lotionnya itu yaang seperti apa ya? biar saya tau mau beli yang bagaimana...

    BalasHapus
  14. boleh brand apa saja mbak. asal yang ada keterangan mengandung mousturizer atau pelembab.

    BalasHapus
  15. wah kak, infonya sangat membantu terimakasih, ohya kak kalo boleh tau, itu kakak ambil shourt course dimana ya ?

    BalasHapus
  16. aamiin. sama-sama ya. waktu itu saya di Flinders University, Adelaide, South Australia

    BalasHapus
  17. Halo mas,
    Minta advisenya utk bbrp hal :
    1. Sambal sachet spt Abc boleh tdk?
    2. Kalau bawa beras, packing pakai plastik atau tupperware?
    3. Cairan (sabun cair, shampo, lotion ) ditentukan ukurannya tdk ?
    Thanks

    BalasHapus
  18. untuk sambal dalam sachet kemungkinan bisa ya. karena dalam kemasan. tapi mungkin jangan jumlah yang banyak dan taruh di dasar koper saja. Lalu untuk beras, sepertinya ga masalah ya. tapi saran saya beli beras di Aussie saja. Sayang itu kuota luggage nya kalau bawa beras, sedang di Aussie harganya ga terlalu jauh dengan di Indonesia. Lalu untuk sabun cair dll. Kemarin saya bawa dalam ukuran besar, hampir 1 liter. Itu saya masukkan ke dalam koper di luggage, bukan hand carry dan ga ada masalah. Kecuali kalau bawa makanan jadi ya yang ada aromanya, itu mungkin yang bisa agak bahaya karena ada anjing pelacak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun