Langsung ke konten utama

Mengembalikan Asa di November bersama Domain Baru

Adelaide - “Anda masih seorang blogger sejati jika menulis di blog sesuka hati dan bukan dipaksakan untuk terjadwal”. Kalimat yang kurang lebih saya ambil dari salah satu twit, yang sayangnya lupa siapa pembuatnya, menjadi titik awal “pembenaran” untuk absen ngeblog saya selama hampir tiga bulan ini. Meski begitu, ada betulnya juga ungkapan tersebut. Ketika seorang blogger sudah mengejar frekuensi ngeblog tertentu, kecenderungannya kualitas tulisan terpaksa diturunkan untuk memenuhi target jumlah postingan yang bukan lain agar SEO tetap terjaga. Tapi saya juga ingin mengakui dosa karena tidak update tulisan dalam waktu yang cukup lama. Sebab menurut saya blogger yang baik itu tetap menjaga kualitas tulisan, sembari rutin update di blognya.

Ada beberapa alasan mengapa absen update tulisan sejak Agustus kemarin. Beberapa alasan ini tak lain untuk menguatkan pembenaran saya di atas. Pertama, pada Agustus sedang sibuk-sibuknya untuk mempersiapkan keberangkatan tanggal 31 ke Adelaide selama tiga bulan. Yup, dan saya saat ini menulis dari lantai6 apartemen tempat saya tinggal dua bulan terakhir. Banyak hal yang seharusnya dapat ditulis di blog tentang pengalaman di Adelaide, dan harus diakui ini membawa pada alasan kedua. Selanjutnya, karena jadwal kelas dan field visit yang padat dari Senin – Jum’at seharian penuh belajar, maka jadi alasan juga untuk tidak sempat update blog. Ditambah dengan kewajiban untuk menangani seorang diri migrasi web Kartunet.com dari sistem Drupal ke Wordpress, cukup menyita waktu. Sebab tak hanya migrasi, tiap content perlu diperbaiki karena perbedaan mendasar struktur Drupal dan Wordpress. Wal hasil, lengkaplah alasan pembenaran saya.

Namun saya berjanji pada diri sendiri bahwa mulai hari ini akan mencoba untuk aktif update tulisan lagi. Terlalu sayang momentum yang tak tertuliskan jika terlewat begitu saja. Oia, sebelumnya ingin mengucapkan selamat Hari Blogger Nasional 27 Oktober lalu. Dari hirup-pikuk di social media mengenai #hariblogger ini pula yang sedikit banyak mendorong saya untuk update blog kembali. Semoga para blogger Indonesia semakin eksis di ranah online dan offline, mengkabarkan pada dunia mengenai berbagai hal yang mungkin tak dijamah media masa mainstream. Tentu blog juga tetap menjadi ranah personal berekspresi dan wahana berdialegtika untuk menemukan jawaban atas rumitnya fikiran.

Terakhir, yaitu krarifikasi mengapa tiba-tiba berganti domain dari dimasmuharam.com ke dimasmuharam.com. Ceritanya setelah tersulut oleh beberapa alasan di atas, ingin segera menulis di blog kembali. Namun terganjal karena sudah berkali-kali notifikasi di email bahwa domain dimasmuharam.com akans egera habis masa berlakunya. Nah, ketika ingin masuk ke account domain untuk melakukan extention, selalu gagal. Coba untuk reset password, juga tidak berhasil karena diminta untuk memasukkan jawaban Security Question. Agak aneh, karena ada pertanyaan “What is first and last name of your first girlfriend,” tapi selalu salah jawabannya. Masa sih bisa lupa? Apa ini berarti sudah move on? :D

Akhirnya memutuskan untuk banting stir dan order domain baru. Lantas yang dipilih adalah domain berakhiran my.id karena ini tipe domain baru dan sasaran utamanya yaitu para blogger. Bahkan agak surprise ketika mengecek ketersediaan domain dan belum ada orang bernama Dimas yang memesan namanya sebagai alamat domain. Maklum, sebagai orang dengan nama yang populer (read: pasaran), cukup sulit buat cari nama user atau domain yang singkat dan identik. Alhamdulillah, berhasil mematenkan dari keluarga besar orang bernama Dimas dengan domain dimasmuharam.com

Semoga posting pertama dengan domain yang baru running tanggal 1 November ini pula, bisa semakin memotivasi untuk lebih rajin ngeblog. Sebab sekali lagi, kualitas dan frekuensi tulisan seyogyanya memang berimbang. Selain itu, semoga pula domain baru ini bisa menyaingi kesuksesan domain sebelumnya yang berhasil mencapai pagerank 3 di google. Hiks2 agak sayang memang, tapi bangga juga memakai domain baru ini. Nantikan pula kisah dan pelajaran seru dari Adelaide, the clean and quite city.(DPM)

Komentar

  1. hi.. Dimas apa kabar?
    nggak kerasa waktu begitu cepat berlalu, dan tentunya semoga semuanya berbanding lurus dengan ilmu-ilmu dan pengalaman baru yang kita dapat,,. Congratulation for your new domain, semoga ini menambah motivasi Dimas dalam berbagi ilmu.. karena menurut saya quality dari sebuah tulisan itu sangat variatif, kembali lagi ditinjau berdasarkan apa, rasanya dengan mempertimbangkan manfaatnya terhadap pembacanya sendiri itu sudah bisa menjadi salah satu indikator,, so terus lah berkarya ceritakan pada dunia apa yang semestinya dunia tahu.hehe semangat dimasss keep being the best

    BalasHapus
  2. Hai, Ipah, apa kabar? Iya, time goes so fast.. good luck juga ya buat studi S2 kamu. semangat! :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah.. everything is great here, sampai jumpa kembali Dimas sesampai di Jakarta. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun