Langsung ke konten utama

Kembali ke Kota Istimewa

Jakarta - Acara para blogger memang identik dengan kopdar alias kopi darat. Ketika orang-orang yang sebelumnya aktif di dunia maya lantas saling bertemu dan melanjutkan obrolan dari internet ke dunia nyata. Salah satu acara kopdar terbesar di Indonesia adalah Blogger Nusantara yang di tahun ini sudah diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Aku berkesempatan mengikuti event akbar ini di Yogyakarta dari 30 Nov - 1 Des 2013. Hanya dua kata untuk menggambarkan acara ini: seru dan istimewa.

Sekilas mengenai Blogger Nusantara. Event akbar para blogger seluruh Indonesia yang diadakan sekali tiap tahun ini sudah diadakan tiga kali. Pada 2011, Blogger Nusantara sukses diadakan di Sidoarjo, 2012 di Makassar, sedangkan tahun ini giliran Yogyakarta jadi tuan rumah. Sedangkan inisiator acara adalah ID Blog Network (IBN), sebuah perusahaan advertising yang berbasis blogger. Biasanya yang jadi sponsor adalah mitra-mitra utama IBN seperti Telkom atau perusahaan telekomunikasi lainnya.

Aku datang ke Yogyakarta ceritanya sebagai perwakilan dari Kartunet. Pada tahun sebelumnya, kami juga diundang mengikuti Blogger Nusantara yang diadakan di kota Makassar. Aku sudah coba ajak teman-teman di Kartunet lain untuk ikut, akan tetapi rupanya mereka kesulitan untuk mencocokkan waktu. Memang di Blogger Nusantara undangan biasanya dikirimkan ke komunitas-komunitas blogger yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang secara swadaya, hanya didasari oleh semangat untuk silaturahim dan "jalan-jalan" tentunya.

Sebetulnya, agendaku datang ke Yogyakarta kali ini tidak untuk mengikuti #BN2013 saja. Hal ini sudah direncanakan sejak masih di Adelaide pertengahan bulan November. Skenarionya, aku berangkat bersama orang tua naik kereta Jum'at 29 Nov dan akan turun di Yogyakarta pada pagi hari keesokan harinya, sedangkan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah mbah di Wonogiri. Setelah acara berakhir 1 Desember sore, baru aku menyusul ke kampung untuk beberapa hari. Tapi, rencana agak sedikit diubah karena kami kehabisan tiket KA Progo atau KA Bengawan yang berhenti di Stasiun Lempuyungan, Yogyakarta. Kami terpaksa naik KA Brantas yang berhenti di Stasiun Solo Jebres, baru nyambung ke Yogyakarta.

Karena datang sendiri dan membutuhkan asistensi mobilitas selama  mengikuti acara, aku menghubungi Humas Blogger Nusantara 2013 mas @Jarwadi. Melalui email ku katakan bahwa aku minta dicarikan peserta acara yang berangkat dari Solo di hari Sabtu pagi untuk teman barengan. Alhamdulillah, ada @mashendri dari komunitas blogger Bengawan yang bersedia untuk membantuku berangkat bersama dari Solo ke tempat acara di Yogyakarta. Wal-hasil, aku tiba di Solo Jebres sekitar hampir subuh, kemudian mandi di toilet stasiun, dan menunggu @mashendri datang.

"Oia, kamar mandi di stasiun cukup recommended juga lho jika ingin membersihkan badan. Cukup bersih dan air juga segar. Selain itu, tak ada pungutan retribusi juga. Mungkin ini kebijakan baru dari PT KAI. Tapi dengan catatan, ini ketika masih pagi hari lho. Tak berani jamin juga kalo sudah agak siang, apalagi malam."

Bersama @mashendri kita ke Stasiun Solo Balapan dulu untuk kejar KA Prambanan Ekspres alias Prameks yang nanti turun di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Ini sepertinya juga ada kebijakan baru. Jika tak salah, tahun lalu Prameks masih berhenti di Solo Jebres. Maka dari itu aku kira dari Solo Jebres cukup tunggu @mashendri dan langsung naik Prameks ke Tugu. Ternyata mulai tahun ini jadwal berubah dan kami terpaksa naik motor dulu ke Solo Balapan. Sampai di Solo Balapan jam 6 lebih dikit, ternyata KA Prameks baru saja berangkat. terpaksa, kami tunggu KA Sriwedari yang berangkat satu jam kemudian dengan tiket dua kali lipat atau Rp 20.000

Perjalanan sekitar 1 jam naik KA Sriwedari dari Solo Balapan ke Stasiun Tugu. Sampai Tugu, kami naik taksi sebentar ke meeting point pertama yaitu Edu Hostel. Sudah berkumpul para peserta Blogger Nusantara, baik yang menginap malam sebelumnya atau yang baru datang. Menunggu beberapa lama, sepertinya ada sedikit "trouble" dari jadwal acara yang agak molor. Mau tahu apa yang terjadi akhirnya dengan Blogger Nusantara 2013? Dilanjut di postingan berikutnya ya.(DPM)

Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun