Langsung ke konten utama

Ketika 1000 Blogger Bertemu di Joglo Abang

Jakarta - Tak terbayang apabila 1000 orang yang mengaku sebagai blogger bertemu di kota Jogja. Tapi rekan-rekan panitia Blogger Nusantara 2013 berani untuk mewujudkan itu dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Aku masih ingat ketika proses pendaftaran, hampir saja tak dapat ikut karena registrasi keburu ditutup sebelum tanggal yang ditetapkan. Panitia mengatakan bahwa kuota 1000 blogger sudah penuh, dan menunggu apabila ada kebijakan untuk menambah jumlah peserta. Tapi Alhamdulillah ketika menghubungi lagi panitia, kami dari Kartunet diberi kesempatan untuk tetap boleh mendaftar. Hanya sayang selain aku tak ada pengurus Kartunet lain yang dapat ikut. Secara umum, ada beberapa kegiatan di #BN2013 yang di luar rencana. Tapi itulah blogger, dinamis dan selalu hepi apapun yang terjadi.

Pagi hari ketika masih di Stasiun Solo Balapan menanti KA Sriwedari berangkat ke Jogja, aku tahu dari @MasHendri bahwa ada perubahan rundown yang mendadak dibuat oleh panitia. Acara yang awalnya akan dibuka di Keraton Kesultanan Yogyakarta, dibatalkan dan langsung dimulai di pendopo Joglo Abang, Sleman. Diketahui kemudian dari ketua panitia, perubahan rencana itu dikarenakan pihak keraton tak juga mengkonfirmasi permintaan untuk penggunaan tempat sampai hari H. Pihak keraton tak memberikan izin karena lokasi akan digunakan untuk keperluan keluarga sultan. Secara pribadi, aku agak kecewa karena acara di keraton dibatalkan. Tahun lalu ketika ke Jogja ingin berkunjung ke dalam keraton, tapi gagal karena keburu sore. Ke keraton Solo sudah, tinggal Yogyakarta saja yang belum.

Meski begitu, Aku tak terlalu menyesal acara hari pertama Blogger Nusantara 2013 diadakan penuh di Joglo Abang. Tempat di Dusun Gombang, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta ini ternyata cukup menarik dan menginspirasi. Didirikan pada 2008, Joglo Abang adalah tempat bagi anak muda dan masyarakat berkumpul, berdiskusi, apresiasi seni budaya, dan mempelajari TIK. Sesuai dengan namanya, Joglo Abang adalah bangunan rumah tradisional Jawa yang dinamakan Joblo berwarna abang atau merah dalam Bahasa Jawa. Mereka membentuk Joglo Abang Community yang rupa-rupanya cukup aktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terbukti dari antusias warga untuk ikut meramaikan acara.

Setelah para peserta "dievakuasi" ke Joglo Abang, akhirnya acara dimulai. Susunan acara di awal masih biasa dengan sambutan-sambutan dari eyang @anjarisme dll. Lalu ada talkshow bersama Telkom dan ID Blog Network sebagai sponsor utama. Tak terlalu jadi catatan untukku, karena intinya adalah promosi produk baru dari Telkom Speedy. Setelah makan siang, baru bagian yang seru. Mulai tampil pertunjukan seni baik dari mahasiswa dan masyarakat sekitar hingga malam hari. Mereka bernyanyi, menari, dan memainkan alat musik. Memang, Blogger Nusantara identik dengan upaya untuk memperlihatkan kekayaan budaya di tempat acara tersebut diselenggarakan. Bagi blogger yang hobi jeprat-jepret seperti @babeh_helmi, pasti senang dengan kegiatan serupa, dan lainnya dapat bahan baru untuk ditulis di blog.

Namun hal paling mengharukan buatku adalah ikutnya isu disabilitas diangkat dalam perhelatan Blogger Nusantara kali ini. Di kalangan gerakan disabilitas, Jogja memang salah satu kota yang termaju. Banyak lembaga advokasi dan pengembangan penyandang disabilitas yang eksis di Jogja. Salah satunya adalah SIGAB dengan empunya mas @Joni_yulianto yang jadi salah satu pembicara dalam dialog di #BN2013. Mungkin ikut diangkatnya isu ini ada peranan dari mas @Suryaden, dedengkot Joglo Abang, yang juga aktif di salah satu produk SIGAB, yaitu Solider.or.id. Tapi dengan adanya itikat baik ini, sudah sesuatu yang luar biasa menurutku karena potensial mengajak para blogger untuk ikut mengkampanyekan isu disabilitas ke khalayak. Apalagi bertepatan dengan dekatnya tanggal 3 Desember yang tiap tahun diperingati sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional.

Sungguh, Joglo Abang sangat menginspirasi buatku. Bertepatan dengan hari itu ada semacam festival budaya oleh masyarakat sebagai rangkaian acara peresmian Joglo Abang sebagai rumah budaya dan informasi pedesaan. Warga sekitar sangat aktif untuk mengisi kegiatan dengan apresiasi seni dan budaya Jawa. Sesuatu yang menohokku dengan fakta sepinya desa kelahiran orang tuaku di Kepuh Sari, Manyaran Wonogiri. Desa seperti kehilangan gairahnya karena ditinggalkan oleh para pemuda yang merantau ke kota besar. Tersisa hanya para jompo yang tiap lebaran dikunjungi anak cucunya dari kota. Bahkan di SD tiap kelas muridnya jarang dapat lebih dari lima orang.

Apresiasi juga ingin kusampaikan kepada panitia yang secara luar biasa dapat mengendalikan keadaan, dan tetap mengadakan #BN2013 dengan cukup sukses. Bayangkan mereka harus mengelola 1000 orang lebih, dengan rundown yang tiba-tiba harus diubah karena pembatalan dari pihak keraton. Keputusan untuk menggunakan Joglo Abang dari pagi itu pun agak mendadak, dan persiapan dilakukan dibantu oleh para blogger yang sudah datang duluan. Ini memang yang aku sukai dari komunitas blogger yang jadi cerminan inklusivitas media internet. Tak ada kelas atau status sosial, dinamis, dan semua saling terikat dengan satu identitas yakni blogger. Anyway, tulisan mengenai Blogger Nusantara 2013 belum selesai. Di postingan berikutnya akan kuceritakan pengalaman menikmati kota Jogja di kala malam. Silakan tulis di kolom di bawah jika ada yang mau berkomentar ya.(DPM)

Komentar

  1. saya juga ada disana waktu itu, salam kenal :)

    BalasHapus
  2. wah sayang ga salaman ya. hehe. salam kenal juga :)

    BalasHapus
  3. Haaaiii

    Gue juga ada di sana waktu itu, ckckc

    Tapi kita blm kenal ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun