Langsung ke konten utama

Susahnya Sampai di Stasiun Senen Kepagian

Jakarta - Dari semua kenyamanan naik kereta api, masih ada sisi tak enaknya ketika sistem transportasi ini belum terintegrasi dengan moda yang lainnya. Pengalaman terlunta-lunta beberapa jam di stasiun aku rasakan pasca kedatangan dari Solo naik KA Bengawan di Stasiun Senen sekitar jam 1 malam tanggal 5 Desember kemarin. Agak menyayangkan saja, peningkatan kualitas kereta api yang sudah lumayan nyaman, masih sulit ketika mencari moda transportasi lain untuk mengantar hingga rumah tercinta.

Efisiensi sistem jadwal kereta api yang membuatnya sampai lebih cepat ternyata ada efek sampingnya juga. Pada pengalaman sebelumnya menggunakan KA Bengawan, kereta sampai di Jakarta sekitar jam 4 pagi atau paling lambat waktu subuh. Pada perjalanan menuju pemberhentian akhir di stasiun Tanahabang, kereta berhenti sebentar di stasiun Manggarai. Di sana biasanya kami berhenti untuk kemudian menunggu sejenak hingga KRL Jabodetabek memulai operasi jam 5 pagi. Dengan tiket Rp 2000, kami diantar sampai Stasiun Lenteng Agung, lalu tinggal menyambung satu angkot lagi sampai rumah.

Sedangkan pada jadwal baru, KA Bengawan pemberhentian akhir di Stasiun Senen sekitar pukul 1 pagi, dan tidak berhenti di Manggarai. Meski di Stasiun Senen saat ini ada CommuterLine yang juga dapat mengantar sampai Stasiun Lenteng Agung, tapi menunggu hingga jam 5 pagi rasa-rasanya agak terlalu lama. Kecuali di stasiun menyediakan ruang tunggu yang aman dan nyaman mungin tak terlalu masalah. Tapi mushola pun yang relatif aman, terletak di dalam stasiun dan tak dapat dimasuki sebelum jam 5 pagi.

Alternatif satu-satunya adalah naik taksi. Sebab bus Kopaja P20 AC jurusan Senen - Lebak Bulus belum beroperasi jam segitu. Celakanya, taksi-taksi di stasiun Senen ternyata dikuasai semacam mafia yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Brand taksi yang relatif reliable seperti Blue Bird atau Express tak nampak di area serembi stasiun, dan hanya ada brand taksi kurang populer yang diragukan keamanannya. Selain itu, mereka juga biasanya tak mau pakai sistem argo. Mereka minta borongan alias pukul rata. Tak apa jika harga borongannya tak jauh berbeda dari tarif argo, ini kadang harga yang ditawarkan dapat dua kali lipat. Mau murah naik kereta kok malah buntung. Terlalu memang, dan mereka pakai alasan bahwa ingin pulang ke pool. Padahal jika diamati apabila tak ada penumpang, mereka akan tetap diam di parkiran. Coba, apabila mereka mau berfikir dari pada hanya menunggu tak dapat penumpang,lebih baik dapat penumpang dengan harga wajar, jadi waktu tak terbuang percuma.

Jadi, trik bagi para penumpang kereta yang sampai di stasiun Senen kepagian adalah dengan order taksi by phone dan tunggu di area luar parkiran. Sebab, para mafia taksi di serambi Stasiun Senen ini melarang taksi lain seperti Blue Bird atau Ekspress untuk masuk. Kata super Taksi Ekspress yang akhirnya kami naiki, dapat mengundang perkelahian jika ada taksi di luar mafia itu yang mencoba masuk. Traik lain, dapat juga dengan menunggu di luar parkiran sebab lumayan banyak juga taksi yang seliweran akan tetapi tak berani masuk.

Seyogyanya, jadwal kereta yanglebih cepat sampai didukung pula oleh sistem moda transportasi lain yang memadai. Kabarnya di bulan Maret 2014 nanti bus Trans Jakarta akan beroperasi selama 24 jam. Akan sangat membantu jika ada semacam shuttle bus dari Stasiun Senen ke halte Trans Jakarta terdekat. Karena tak ada yang dapat menjamin kemanan Jakarta saat tengah malam. Cara lain, yaitu dengan menyediakan ruang tunggu yang aman dan nyaman di stasiun hingga pagi datang. Harapannya, keamanan stasiun dapat setara dengan bandara yang cukup aman apabila penumpang harus menunggu tengah malam.

Namun sebagai langkah sementara, coba untuk pilih jadwal kereta yang tidak terlalu malam sampai di Jakarta. Lebih baik jika sebelum tengah malam, atau pagi hari sekalian. Hal tersebut akan memudahkan untuk mencari moda transportasi lainnya setelah turun kereta. Dengan sistem online ticketing saat ini, tak sulit mencari pilihan jadwal yang tersedia. Cukup masukkan stasiun asal dan tujuan, maka akan ditampilkan daftar nama kereta yang melewati jalur tersebut. Lihat pada jam kedatangan, dan pilih yang sesuai.

Semoga pengalaman singkat ini dapat jadi bahan pertimbangan untuk kamu yang membaca. Sembari berharap pula kualitas transportasi di Indonesia makin membaik waktu demi waktu. Cermat dalam memilih moda transportasi, akan membuat perjalanan kamu lebih nyaman.(DPM)

Komentar

  1. pengalaman menarik.. emang pada tengah malam banya oknum2 yang memanfaatkan penderitaan kita yang sering pulang pergi pda tangah malam..

    BalasHapus
  2. iya. kalo cari rezeki ya yang sama2 ikhlas gitu. jangan "malak"

    BalasHapus
  3. Ohhh, pantesan kemarin nyari taxi bluebird dan sejenisnya tidak ada. Oke, reservasi dulu ternyata, biar aman
    Terima Kasih infonya

    BalasHapus
  4. sama-sama gan. tapi kadang taksi ga mau jika direservasi untuk penjemputan di tempat2 umum. Itu khususnya untuk Express sih. tapi mungkin BlueBird bisa.

    BalasHapus
  5. terima kasih infonya, bisa jadi panduan buat yang mau pergi ke Jakarta untuk mempertimbangkan waktu kedatangan mereka di sana agar tidak terlalu pagi atau tengah malam

    BalasHapus
  6. sama-sama. semoga manfaat ya. Jika ada tips lainnya boleh juga berbagi :)

    BalasHapus
  7. Knp hrs ke senen , knp jg hrs turun di ps senen klo rmh saya di cikarang . kereta skrng lebh nyaman dan murah tp klo ongkos pick poin nya mahal ya repot jg . tlg dong bpk bpk yg trkait optimalkan stasiun stasiun penyangga ibukota .

    BalasHapus
  8. usul yang baik pak. Perlu peranan pemerintah daerah juga untuk membangun infrasturktur pendukung seperti akses jalan dan transportasi publik yang interconnected

    BalasHapus
  9. padahal aku dah pesen tiket balik lebaran, nyampe st. Bekasi jam 12 malam. Aman gak ya, nunggu pagi? mau ke Karawang

    BalasHapus
  10. kalo nunggu di peron atau masih di mushollah yang di dalam stasiun, Insya Allah aman :)

    BalasHapus
  11. kalau sampai stasiun pasar Senen jam 3.30 dini hari, aman gak yah?
    soalnya saya bawa anak dan istri saya?

    BalasHapus
  12. Jgn naek taksi yg di parkirn stasiun gan..gila-gilaan msng tarifny..mnding nyari yd d luar stsiun...pnglmn ane prnah nympe stsiun bekasi jam 1 mlm...dtwrin tuh ama taksi" odong2" ...bekasi- lippo cikarng mntanya 250- 300 rb.. Gila gk tuh nglebihin ongkos ke jawa aja...akhirny ane nyari taksi di luar stasiun dpat bluebird pake argo cuma abis 125rb...

    BalasHapus
  13. betul banget gan. tapi sekarang sudah ada layanan taksi online, jadi lebih terbantu. Ada Uber / GrabCar / GoCar.

    BalasHapus
  14. Klo dari senen mau ke depok baiknya naik apa ya... bantu tips nya ya kak..

    BalasHapus
  15. Klo mau naik taksi online gitu harus menjauh dulu dr stasiun gitu ga gan? Soalnya takut diteriakin haha

    BalasHapus
  16. Klo mau naik taksi online gitu harus menjauh dulu dr stasiun gitu ga gan? Soalnya takut diteriakin haha

    BalasHapus
  17. yang penting tenang dan pinter2 drivernya sih. anggap saja seperti keluarga yang jemput di stasiun. Jadi jangan clingak-celinguk ke HP.

    BalasHapus
  18. artikel bagus mari kunjungin artikel saya dong klik di bawah ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun