Langsung ke konten utama

Sambil Ngeblog Dapat Uang dari Lazada Affiliate Program

Jakarta - Apa betul sambil ngeblog bisa dapat uang? Yup, di era digital marketing seperti sekarang ini, hal tersebut bukanlah tidak mungkin. Mungkin kamu sudah dengar mengenai kesaktian Google Adsense yang memberikan penghasilan pada publisher iklan di blognya. Atau pula ada ID Blog Network (IBN) yang juga memberi tambahan rejeki bagi para blogger. Kini, kesempatan itu makin luas apabila blogger ikut serta menjadi marketer secara tidak langsung dari toko online seperti yang ditawarkan oleh Lazada Affiliate Program.

Sebelumnya, apa itu affiliate program? Sebetulnya aku sudahm endengarnya cukup lama dari pengalaman temanku Habibie Afsyah yang dia sukses jadi bisnis affiliate dari situs Amazone. Lantas istilah itu kembali muncul ketika ada pesan masuk ke email dari Lazada Indonesia yang mengajak untuk bekerja sama dengan Kartunet.com untuk review program afiliasi dari Lazada.

Sembari review, sembari belajar juga mengenai Lazada dan apa itu program afiliasi. Sederhananya, situs Lazada.co.id ini adalah Amazonnya Indonesia. Dia berupa toko online yang menawarkan produk-produk dari brand-brand terpercaya. Sifatnya itu B to C atau business to consumer yang artinya Lazada bekerja sama dengan brand-brand untuk langsung menjualkan produk mereka kepada pengguna internet sebagai konsumen.

produk iPhone 5s Gold by Apple. Taken from Lazada Affiliate Program

Teknik pembayaran di Lazada ada tiga yaitu Cash on Delivery (COD), transfer bank, atau kartu kredit. COD atau bayar ditempat ini cocok buat kamu yang suka dengan transaksi tunai. Jadi barang yang dibeli akan dikirim ke alamat rumah atau kantor yang kamu tentukan, dan bayar langsung kepada agen yang mengantar barang. Sebagai informasi, pengiriman barang di Lazada ini bebas ongkir alias ongkos kirim. Terus juga ada mekanisme langsung transfer bank. Tak perlu pakai rekbar atau rekening bersama sebab Lazada merupakan toko online terpercaya jadi kecil kemungkinan uang kamu hilang dan barang tak sampai, selama benar memasukkan nomor rekening. Terakhir ada juga pembayaran cicilan dengan kartu kredit Visa atau Master Card. Tapi buat aku yang mau hidup tenang-tenang saja, jauh-jauh lah ya dari kartu kredit.

Lalu, bagaimana program afiliasi dapat memberi uang dari ngeblog? Penjelasannya cukup sederhana. Jadi affiliate program ini memberi kesempatan blogger untuk dapat komisi 3 sampai 5 persen dari produk-produk Lazada yang berhasil dijualkan melalui blognya. Bagi blogger, ini adalah persoalan content marketing. Kita tidak menjual produk secara langsung, tapi dengan konten berkualitas seperti review produk. Dari review tersebut disisipkan text link atau banner yang mengarah ke produk yang sedang direview. Pada link ada tracking code yang mencatat apabila ada pembelian produk dari link tersebut. Tiap afiliator diberi tracking code yang berbeda, jadi dari sanalah komisi akan diakumulasikan.

Ilustrasi Lazada Affiliate Program



Amir memiliki blog yang menampung hobinya untuk mengulas produk gadget smartphone terbaru. Ia sudah bergabung dengan Lazada Affiliate Program dan mereview gadget terbaru keluaran Apple yaitu iPhone 5s di blognya. Dalam tulisannya, ia mensisipkan text link dan juga banner yang menampilkan iklan produk iPhone 5s yang mengarahkan langsung ke halaman order iPhone 5s di situs Lazada.co.id.

Budi adalah seorang Fanboy alias pecinta produk-produk Apple. Setiap keluar produk baru, dia tak pernah ketinggalan. Sambil browsing untuk mengetahui keunggulan dari iPhone 5s, ia menemukan tulisan menarik yang ditulis di blog Amir. Setelah merasa yakin pada iPhone 5s, ia klik banner yang ada di artikel tersebut untuk langsung beli. Ia transfer ke Lazada sejumlah harga iPhone 5s yaitu Rp 10.000.000, dan satu unit iPhone 5s Gold 16Gb sampai di rumah Budi dengan manis.

Dari ilustrasi di atas Amir sebagai afiliator mendapat keuntungan dari review yang dibuatnya yaitu komisi 5 persen dari pembelian Budi. Mungkin  persentasinya kecil, tapi 5% dari Rp 10.000.000 itu Rp 500.000 kawan. Bayangkan jika ada fanboy-fanboy lain yang juga beli dari blog Amir. Sedangkan Budi, merasa beruntung karena mendapat informasi mengenai iPhone 5s yang sedang diincarnya dan dimudahkan dengan sistem pembelian di Lazada Indonesia. Jadi semua untung, semua senang.

Dari gambaran bisnis yang sangat menggiurkan itu, aku tertarik untuk bergabung di program afiliasi Lazada. Baru kemarin daftar dan masih menunggu proses review dari tim affiliate Lazada. Semoga cepat disetujui dan dapat mengikuti jejak sukses para afiliator dengan penghasilan berjuta-juta tiap bulannya dari program afiliasi. Bagi kamu yang tertarik, yuk langsung masuk ke situs Lazada Indonesia, dan lakukan pendaftaran secara gratis. Apabila ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar ya.(DPM)

Komentar

  1. betul. Toh ga ada ruginya kita monetize blog kita. sembari menyelam minum air :)

    BalasHapus
  2. Pacet outbound4 Agustus 2014 08.03

    mantap sekali

    BalasHapus
  3. betul gan, sebuah hobi tetapi kalau bisa menghasilkan uang kenapa tidak.

    BalasHapus
  4. yes. terima kasih ya sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat artikelnya..salam kenal ya..aku newbie blogger

    BalasHapus
  6. yap. lumayan kan sambil menuangkan hobi menulis, sambil iseng2 dapat penghasilan tambahan dari Lazada :)

    BalasHapus
  7. terima kasih atas tulisannya, bagaimana ya caranya agar kita bisa sukses sebagai publisher lazada?

    BalasHapus
  8. halo Riky, sama-sama, terima kasih ya sudah berkunjung. Mungkin trik sederhananya adalah, buat content yang berkualitas sehingga mampu menarik visitor dari search engine. Jika content bagus, apalagi mampu mengajak visitor untuk tertarik membeli produk, di sana point-nya

    BalasHapus
  9. sambil ngeblog bisa bantu-bantu biaya keperluan hehe

    BalasHapus
  10. yoi banget kang bro. Malah bisa jadi profesi utama lho blogger

    BalasHapus
  11. Mas, sudah ada yang dapat menikmati PO dari lazada, gak? Bagi dong. Saya baru gabung dengan affiliate lazada.

    BalasHapus
  12. hehe. saya juga belum mas. masih belum dapat porsi untuk diseriuskan. Semoga dalam waktu dekat ini :)

    BalasHapus
  13. sepertinya menarik, bisa deh kapan2 di coba, mksh

    BalasHapus
  14. syarat & ketentuannya untung gabung ada?

    BalasHapus
  15. silakan kak. ya ga ada ruginya juga toh sambil ngeblog :)

    BalasHapus
  16. yang penting punya blog aja kak :)

    BalasHapus
  17. Kalo saya gabung, apa saya masih bisa nulis dengan tema yg gak ada hubungannya sama lazada ? Makasih :)

    BalasHapus
  18. Mas, apakah pernah mencoba API nya lazada affiliate program?

    BalasHapus
  19. wah saya belum tahu soal itu kak. tapi deh coba nanti saya tengok :)

    BalasHapus
  20. Udah sukses di lazada ya mas?

    BalasHapus
  21. belum sih mas, belum diseriusin di sana :)

    BalasHapus
  22. Yang berat ikut affiliate Lazada karena pakenya CPA, cost per action itu. Kita nunggu orang beli dulu, baru dapet fee. Ya namanya juga affiliate, sih. Tapi enaknya, Lazada sering ngadain Webinar ttg SEO dll, jd bisa nambah ilmu kita2 juga :)

    BalasHapus
  23. Wah, uraiannya tentang afiliasi Lazada sangat komplet. Saya sebagai peserta baru mencoba memahami semua informasi yang disampaikan. Semoga bisa berhasil.

    BalasHapus
  24. Wahh seru nih.. Padahal aku langganan belanja di lazadda tapi baru tau program ini.. Hihi. Makasih infonya ya mas.. :D

    BalasHapus
  25. sama-sama. silakan dicoba ya. Lumayan kan bisa nambah2 uang belanja :)

    BalasHapus
  26. sama-sama. silakan dicoba ya. lumayan kan nambah2 uang belanja :)

    BalasHapus
  27. Terima kasih informasinya, patut dicoba nih!

    BalasHapus
  28. Ini kayaknya artikel lama, ya? Kalau boleh tahu, gimana kabar selanjutnya terkait afiliasi lazada ini? Apakah hasilnya diterima? Soalnya saya lihat di halaman ini kok tidak ada banner atau apa terkait lazada. Saya juga sedang berencana untuk mendaftar jadi afiliat lazada, makanya sedang mencari2 info soal ini. terima kasih.

    BalasHapus
  29. Tahun 2020 masih worth it gak sih mas bisnis afliasi seperti di atas? Menarik banget.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun