Skip to main content

Abstraksi Cinta 14

Hujan buatku adalah sesuatu yang mengagumkan. Dia mampu membuat orang terdiam, terhenyak di tempatnya, hanya untuk mengamati rinai hujan yang membasahi bumi, mendengarkan rintik yang menubruk atap, atau mencium aroma hujan yang menenangkan. Hujan juga mampu menjawab banyak pertanyaan, dalam diam, saat rintik yang mengalun menjadi harmoni, tanpa perlu banyak kata, tanpa perlu menggurui. Hujan juga mampu membuat tiap orang, dari anak hingga tua, merasa gembira meski pakaiannya basah kuyup.

Buatku kamu adalah hujan untukku. Lembut saat bulir-bulir air turun menjumpai bumi yang haus, hangat ketika mulai membasahi jalan yang panas berdebu, menenangkan saat Petrichor terhidup dalam hidung kita. Saat hujan hadir ia menenangkan, ketika telah berakhir maka menyisakan senang dan rasa rindu untuk kembali menemui hujan.

Aku ingin memilikimu hujan, meski aku tahu kau tidak hanya menenangkan dan memberi harapan untuk aku. Kamu hadir karena kau memberi kasih kepada semua orang. Kau begitu baik, lembut, mempesona. Kau hadir malu-malu layaknya hujan di penghujung kemarau. Menjadi harap di kala hati merasa kemarau tak berujung.

Mungkin hujan akan berakhir, tapi ia selalu meninggalkan pesan bahwa ia akan kembali. Tak mungkin aku memeluk dan memiliki tiap rinai yang turun. Tak perlu, karena hujan akan selalu hadir dan memberi rasa tenang tanpa perlu dan bisa dimiliki. Namun di tiap berakhirnya hujan, akan ada sinar mentari yang kembali terbit dengan jejak-jejak hujan yang tertinggal dan hanya untuk dikenang.(DPM)

Comments

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun