Langsung ke konten utama

jadi Tim 'Allay' Di The New Eat Bulaga Indonesia ANTV


Jakarta - Pengalaman pertama diundang ke sebuah acara dan menjadi tim allay bersama para pesorak lainnya di acara tersebut. Pada awalnya, sudah agak ragu ketika salah seorang dari tim produksi The New Eat Bulaga Indonesia menghubungi dan meminta untuk ikut dalam acara tersebut. Komunukasi waktu itu via email dan aku banyak bertanya mengenai detail bagaimana aku dan teman-teman Kartunet akan tampil dalam program tersebut. Tapi setelah berusaha merincikan sedemikian rupa, ada juga hal yang luput. Aku tak menyangka bahwa kami akan gabung bersama penonton yang dibagi dalam tim berkaos seragam dan sorak-sorak di sana.

The New Eat Bulaga Indonesia adalah program variety show yang asal mulanya dari negara tetangga Filipina. Di negara asalnya, program ini menjadi acara televisi favorit masyarakatnya hingga puluhan tahun. Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengadopsi program tersebut dan mulai tayang di SCTV. Kemudian setahun lalu, acara tersebut vacum dan pindah tayang ke ANTV dengan pengisi acara utama seperti Uya Kuya, Reza Bukan dan Farid Aja yang juga pindah. Dalam The New Eat Bulaga Indonesia ada beberapa segmen seperti Little Miss Indonesia (ajang kontes bakat perempuan-perempuan cilik dengan segala keahliannya), tebak kata, karaoke ke kampung-kampung, dan yang terbaru ada program jackpot.

Untuk penampilan kami nanti di The New Eat Bulaga Indonesia, salah seorang dari tim produksi itu menjelaskan bahwa mereka sedang mencoba segmen baru yaitu sesi inspirasi. Jadi mereka ingin menghadirkan orang-orang atau komunitas yang dianggap inspiratif untuk berbagi semangat pada pemirsanya. Kami juga diminta untuk menampilkan karya atau keahlian yang kami miliki. Aku menanyakan detail hal tersebut karena khawatir nanti kami datang ke sana untuk ikut segmen yang disuruh nyanyi-nyanyi atau joget-joget untuk ikutan kuis. Terus terang jika disuruh segmen seperti itu, aku tak bersedia karena itu hanya untuk para allayers yang memang datang ke studio karena mendapat bayaran dari agency. Setelah mulai nonton acaranya dulu untuk beberapa kali, aku menarik kesimpulan awal bahwa nanti kami akan diundang untuk naik ke stage dan diajak ngobrol beberapa hal mengenai Kartunet dan kegiatan kami. Aku juga menyatakan bahwa kami akan menunjukkan beberapa buku kompilasi yang sudah kami buat dan teman-teman di Kartunet yang jago musik dapat menampilkan kemampuan bermusiknya. Hal terakhir ini sudah dikonfirmasi oleh dia dengan menanyakan butuh alat-alat musik apa saja karena perlu untuk disediakan dulu di studio.

Setelah beberapa hari minta pending karena butuh waktu untuk riset dan nonton acaranya dulu (jujur ini keputusan yang terlama diambil ketika ditawari untuk sharing di tv), akhirnya aku mengusulkan hari sabtu karena agar dapat mengajak teman-teman Kartunet lain yang piawai bermain musik. Tersebutlah hari itu selain aku ada Riqo, Sapto, Irfan Banteng, dan Irfan Jebak yang confirm untuk datang ke ANTV. Memang agak banyak rombongannya, karena pembagian perannya adalah aku dan Sapto yang tidak ok bermain musik akan lebih mempromosikan apa itu Kartunet dan karya-karya kami, sedang Riqo dan duo Irfan akan bermain musik di sana. Lalu tibalah hari Sabtu, 7 Februari itu yang cukup 'surprising' untuk kami.

Karena acara The New Eat Bulaga Indonesia tayang pada jam 7 pagi, maka aku dan orang dari tim produksi itu janjian untuk dijemput dengan mobil ANTV jam 5 subuh. Tapi setelah ditunggu-tunggu jam 5 tidak ada kabar, bahkan ketika aku telepon jam setengah 6, ternyata masih di jalan dan dia minta maaf karena kesiangan. Oh my goodness, tapi tak apa karena aku berfikir ini hari sabtu dan semoga saja tidak telat. Hingga sekitar jam 6 mobil jemputan ANTV baru datang di Jagakarsa. Lalu mobil masih harus jemput rombongan kami lainnya di Kebagusan dan Ragunan. Singkat cerita, kami terlambat datang ke studio sekitar jam setengah 8. Padahal jika penjemputan sesuai dengan rencana yaitu jam 5, tidak akan telat aku yakin.

Sampai di Epicentrum Office Park, lokasi studio ANTV, kami langsung di-breafing oleh tim kreatif. Hal mengejutkan selanjutnya adalah kami diberikan kaos berwarna biru dan diminta untuk memakainya. Kami juga diberi nomor urut yang katanya nanti akan dipakai untuk undian doorprice. Sembari m encatat biodata kami, mereka juga menanyakan harapan jika mendapatkan doorprice sekian juta itu, mau dibuat apa. Mereka mengarahkan untuk harapan yang sentimentil menurutku, ya mungkin agar nanti saat segmen jackpot dapat dieksplorasi oleh Uya Kuya dan diputar instrumen lagu-lagu sedih. Kami juga dijelaskan mengenai segmen inspiratif nanti dan mengarahkan agar aku setelah menjelaskan apa itu Kartunet, kemudian cerita pengalaman yang 'mengharukan' terkait ketunanetraan kami. Tapi dalam hati aku tentu tak setuju dan sudah cukup paham dengan skenario TV semacam ini. Seperti sebelum-sebelumnya, kami akan menceritakan pengalaman yang mungkin untuk sebagian orang mengharukan, tapi tetap kami ceritakan dengan senyum dan tawa. Untuk menunjukkan bahwa difabel itu bukan objek untuk belas kasihan.

Baiklah, setelah penjelasan singkat dari mereka, masih ada anggapan bahwa kami memang diundang oleh tim The New Eat Bulaga Indonesia dan selayaknya narasumber maka dapat penempatan yang berbeda. Hal itu mulai buyar ketika masuk ke studio dan kami diposisikan untuk duduk di barisan kursi penonton dalam kelompok yang semuanya menggunakan kaos biru. Dengan kata lain, kami menjadi bagian dalam tim allay yang selalu sorak-sorak di sepanjang acara, meski kami tidak terlalu antusias untuk ikut sorak-sorak atau joget-joget berhadiah.

Setelah segmen Little Miss Indonesia, tiba bagian kami. Aku kira kami akan diundang untuk maju ke depan dan berbagi di stage, ternyata Uya Kuya dan para host lainnya, termasuk yang orang India itu, yang mendatangi kami di kursi penonton. Setelah berbagi yang durasinya tak lebih dari 15 menit itu, maka selesailah bagian kami. Tak ada penampilan dari Kartunet promosi band akustik yang diminta oleh salah satu tim produksi di awal pembicaraan. Ketika aku menanyakan hal tersebut, dengan santai dijelaskan bahwa penampilan musik tidak jadi karena kami datang telat sehingga tak ada waktu untuk persiapkan alat. Berarti seperti kata Cinta ke Rangga: "jadi salah gueee, salah temen-temen gueee?" :D.

Hingga acara itu berakhir dan kami harus menunggu sampai menit terakhir. Menurutku hari yang buat-buang waktu karena segmen kami hanya 15 menit, sedang kami harus menunggu dari jam 5 untuk dijemput, tanpa diberi sarapan saat sampai studio, dan menunggu hingga sekitar jam 10 acara berakhir baru mendapat jatah nasi kotak dari tim The New Eat Bulaga Indonesia.

Saat selesai acara, karena merasa tidak enak dengan rombongan Kartunet yang aku ajak karena sebelumnya diminta untuk main musik, aku minta klarifikasi pada salah seorang dari tim produksi The New Eat Bulaga Indonesia yang pertama menghubungi kami mengenai apakah ada fee untuk teman-teman. Karena beberapa kali masuk dalam program televisi, kecuali program yang tanpa iklan atau diniatkan untuk sosial seperti di Daai TV, setidak-tidaknya ada fee untuk narasumber yang sudah tampil. Apalagi acara semegah The New Eat Bulaga dengan host-host India dan banyaknya iklan ya. Tapi kejutan terakhir di hari itu yaitu tak ada fee apa-apa dari hasil klarifikasi orang dari tim produksi setelah ditanyakan juga olehnya ke tim kreatif. Penjelasannya, karena musik tak jadi tampil dan mereka janji akan mengundang band akustik Kartunet di lain waktu . Ya keluar lagi deh kalimat Cinta ke rangga yang legendaris itu "Jadi salah gueee, salah temen-temen gueee?" :D

Dari semua kejutan itu, ada satu hal sih untuk menghibur. Karena paling tidak, ada salah satu rombongan kami yang mendapat hadiah dari undian peserta yaitu sebesar Rp 500.000 alias lima ratus ribu dan kemudian dipotong pajak 10 persen. Lumayan, paling tidak aku tak merasa bersalah sekali karena udah menyita waktu teman-teman yang ikut ke ANTV dan bukan hanya pulang dengan tangan hampa, tapi tak menampilkan apa-apa. Terus terang ini bukan soal materi yang didapat, tapi hanya membandingkan saja kelaziman yang biasanya dilakukan oleh stasiun Tv lainnya dengan ANTV. Memang ini pertama kali datang ke studio salah satu program ANTV, dan dapat pengalaman yang menarik.

Jadi buat kamu yang mungkin diajak untuk datang ke studio The New Eat Bulaga Indonesia, hanya satu pesannya yaitu jangan lupa sarapan dulu ya. Karena nasi kotak baru diberikan setelah acara berakhir. Buat yang memang ingin seru-seruan aja dan ketemu sama idola artis-artis India Mahabarata lumayan kok. Paling tidak kami dapat foto bareng dengan Uya Kuya yang ternyata satu almamater denganku di UI. Terima kasih ANTV dan The New Eat Bulaga Indonesia untuk kesempatannya berbagi di ANTV. Semoga bermanfaat. (DPM)

Komentar

  1. wah, padahal yang telat jemput tim ANTV nya ya kan, kok seolah-olah kalian nggak tampil itu karena kesalahan kalian yang datang telat. hmm.. lain kali kalau diundang stasiun TV, mending ditanya sejelas-jelasnya mas, supaya nggak kejadian lagi seperti ini.

    BalasHapus
  2. iya. ANTV udah masuk blacklist kita dengan ini :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun