Skip to main content

Menghidupkan dan Mematikan Komputer tanpa Dilihat

Mungkin judul kali ini agak ajaib. Yap, kali ini akan dipelajari bagaimana menghidupkan dan mematikan komputer. Sebuah proses paling mendasar yang harus dikuasai sebelum dapat mengoperasikan komputer lebih jauh. Perihal tanpa dilihat itu bukan ajaib sebetulnya, karena diperuntukkan untuk tunanetra, jadi akan diberikan tips agar sukses menghidupkan dan mematikan komputer dengan mengoptimalkan idera pendengaran dan peraba.

Menghidupkan Komputer




  1. Apabila komputer menggunakan stabilizer, tekan tombol ke mode on dan pastikan bahwa stabilizer sudah aktif. Untuk orang awas, mengetahui stabilizer sudah on ini dari lampu indikator yang menyala atau jarum penunjuk tegangan yang bergerak. Tapi untuk seorang tunanetra, dapat disiasati dengan mendengarkan apakah sudah ada suara seperti dengungan trafo yang akan berbeda dengan saat stabilizer off.

  2. Aktifkan Loud Speaker. Hafalkan posisi tombol ketika dalam mode on, atau perhatikan saat tombol on ditekan, biasanya akan ada suara seperti "dep" ketika baru hidup. Namun jika menggunakan earphone atau headset, pastikan kabel yang dihubungkan ke port audio di belakang CPU tidak salah. Minta bantuan pada orang awas untuk awalan, lalu buat tanda untuk membedakan antara kabel earphone dan microphone.

  3. Aktifkan monitor apabila diperlukan. Tombol on/off biasanya ada di tepi dari monitor. Namun ada pula monitor yang sudah otomatis hidup ketika CPU nanti dihidupkan.

  4. Tekan tombol power yang ada di CPU. Perhatikan, apabila komputer sudah memulai proses, maka akan terdengar suara dengung halus kipas. Selain itu, dapat pula dirasakan dengan mengarahkan tangan ke belakang CPU (tanpa menyentuh permukaan casing CPU) dan rasakan hembusan angin ekcil dari dalam CPU. Dapat pula dengan meletakkan tangan di atas CPU untuk merasakan getaran halus dari komputer. Pada sebagian komputer, proses menghidupkan komputer ini juga ditandai dengan bunyi bip yang berasal bukan dari Loud Speaker, tapi dari dalam mesin CPU.

  5. Jika menggunakan earphone atau headset, posisikan pada telinga dan tunggu proses berjalan beberapa detik atau menit, tergantung dari kecepatan komputer. Makin bagus spesifikasi komputer yang ada, maka proses akan semakin cepat.

  6. Akan terdengar musik singkat pembuka yang menandakan operating system telah dimulai. Jika sudah dilengkapi dengan Screen Reader dan disetel untuk otomatis aktif saat komputer dihidupkan, maka akan ada suara dari program tersebut yang memberitahukan posisi saat ini pada komputer.

  7. Selamat, kamu sudah berhasil menghidupkan komputer. Silakan eksplorasi secukupnya dengan bimbingan instruktur.



Mematikan Komputer




  1. Untuk mulai mematikan lagi komputer, pastikan program-program yang masih terbuka sudah ditutup kecuali Screen Reader.

  2. Atifkan start menu. Caranya yaitu dengan tekan tombol Windows yang biasanya ada di sebelah tombol Control, atau jika keyboard tidak ada tombol Windows, dapat menekan kombinasi tombol Control + Escape.

  3. Proses mematikan komputer dinamakan Shut Down atau Turn Off. Saat Start Menu sudah terbuka, cari dengan panah atas/bawah untuk menemukan Shut Down atau Turn Off. Namun pada Windows Vista, 7, 8, atau 8.1, dapat langsung menekan panah kanan dan tekan enter pada Shut Down.

  4. tunggu proses sejenak, dan komputer akan memperdengarkan musik singkat yang menandakan bahwa Operating System Windows sedang ditutup.

  5. Perhatikan getaran atau suara pada CPU, apabila sudah tidak didengar atau dirasakan lagi, maka komputer berarti sudah berhasil di-non-aktifkan.

  6. Lantas matikan Loud Speaker, monitor, dan terakhir stabilizer.



Selesai, kamu sudah berahil menghidupkan lalu mematikan komputer. Silakan coba proses tersebut beberapa kali agar terbiasa. Sebab jangan sampai komputer yang masih proses atau belum Shut Down, dimatikan secara paksa dari stabilizer. Karena ada kemungkinan terjadi kerusakan yang makin sering akan jadi parah. Jadi, rawatlah komputer sebaik mungkin karena banyak pekerjaan kamu ke depan akan sangat terbantu olehnya.(DPM)

Comments

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun