Skip to main content

Teknologi Bantu pada Komputer Bicara

Refreshable braille display
Konsep awal terciptanya komputer adalah sebagai alat hitung. Istilah komputer diambil dari bahasa latin computare yang artinya menghitung, jika dalam bahasa inggris to compute, yang artinya juga sama yaitu menghitung.

Secara umum komputer dapat diartikan sebagai suatu alat/perangkat elektronika yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi, menjalankan program yang tersimpan dalam memori, serta dapat bekerja secara otomatis dengan aturan tertentu.

Assistive Technology atau Teknologi Bantu



Yang dimaksud dengan Assistive Technology adalah Teknologi atau alat bantu yang dapat membantu orang yang sudah tua atau disabilitas dalam melakukan aktivitas lain yang mungkin sulit atau tidak mungkin dilakukan.

Teknologi bantu menjadi sangat penting karena dapat menjadikan seorang disabilitas mampu hidup mandiri untuk melakukan kegiatan sederhana sehari hari. Teknologi ini dapat mencakup alat yang berteknologi tinggi atau rendah

Teknology alat bantu untuk tunanetra terdiri dari:

  1. Screen reader; program perangkat lunak bekerja bersama dengan speech synthesizer (TTS) untuk menampilkan suara atau ucapan dari segala sesuatu di layar termasuk menu, teks, dan tanda baca.

  2. Screen magnification; adalah perangkat lunak pembesaran layar yang biasanya digunakan oleh orang yang memiliki penurunan penglihatan dan low vision.

  3. Braille display; perangakat yang memberikan keluaran informasi berupa taktil braille yang disajikan pada layar komputer. Tidak seperti braille konvensional, yang menampilkan braille timbul secara permanen pada kertas, alat ini menampilkan braille yang refreshable secara mekanis berupa pin plastik bulat yang dapat muncul dan menghilang sebagai kebutuhan untuk membentuk karakter braille. Setiap alat biasanya menampilkan berisi 20, 40, atau 80 sel braille, setelah baris dibaca, pengguna dapat "merefresh" layar untuk membaca baris berikutnya.

  4. Braille translation software (Perangkat lunak Penerjemah braille); perangkat lunak ini dapat menerjemahkan teks biasa menjadi karakter braille dan dengan format yang sesuai dengan braille.

  5. Closed-Circuit Television (CCTV); perangkat ini bertujuan memperbesar tampilan halaman cetak melalui kamera televisi khusus dengan lensa zoom yang kemudian ditampilkan pada monitor.

  6. Portabel notetaker; adalah sebuah unit portabel kecil yang berkerja baik dengan braille atau keyboard standar untuk memungkinkan pengguna untuk memasukkan informasi. Teks yang diketik dapat disimpan dalam sebuah file yang dapat dibaca dan diedit dengan menggunakan speech synthesizer built-in atau tampilan braille. File yang dibuat dapat dikirim langsung ke printer atau embosser braille untuk di cetak, atau ditransfer ke dalam komputer.

  7. Braille embosser; printer braille yang mencetak tulisan teks yang dihasilkan komputer berupa braille di atas kertas.

  8. Scanner; sebuah alat pindai yang mengubah gambar dari halaman cetak ke dalam file komputer. Dengan tehnologi Optical-character-recognition (OCR) software dapat membuat berkas yang discan berupa image atau gambar menjadi teks yang dapat diedit.

  9. Keyboard Adaptive; menawarkan berbagai cara untuk memasukan data ke komputer melalui berbagai pilihan ukuran, tata letak dan kompleksitas.



sumber: buku panduan

Comments

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun