Skip to main content

Orientasi Jari pada Keyboard untuk Tunanetra

Untuk seorang tunanetra, menguasai seluruh tombol yang ada di keyboard komputer jadi sebuah kewajiban. Berbeda dengan orang awas yang tiap saat dapat 'mengintip' ke keyboard untuk tahu hurufnya, sedang tunanetra harus menghafalkan posisi tiap tombol.

Kadang beda perangkat komputer atau laptop maka tata letak tombol di keyboard agar berbeda. Tapi pada dasarnya posisi tiap tombol sama, hanya modifikasi misal di tombol delete, enter, back slash, home, end, dll. Kuncinya, dalam mengetik, dua jari telunjuk masing-masing harus selalu berpatokan pada huruf F dan J yang biasanya dilengkapi dengan tanda tonjolan yang merupakan alat bantu aksesibilitas.

Secara umum, ada 2 cara peletakan tangan pada keyboard.

Posisi Pertama Tangan di atas Keyboard



TANGAN KIRI



Jari Kelingking:
Baris Pertama = ` dan 1
Baris Kedua = Tab dan Q
Baris Ketiga = Capslock dan A
Baris Keempat = Shift kiri dan Z
Baris Kelima = Ctrl dan Windows

Jari Manis:
Baris Pertama = 2
Baris Kedua = W
Baris Ketiga = S
Baris Keempat = X

Jari Tengah:
Baris Pertama = 3
Baris Kedua = E
Baris Ketiga = D
Baris Keempat = C

Jari Telunjuk:
Baris Pertama = 4 dan 5
Baris Kedua = R dan T
Baris Ketiga = F dan G
Baris Keempat = V dan B

Ibu Jari:
Baris Kelima = Alt kiri dan Spasi

TANGAN KANAN



Ibu Jari:
Baris Kelima = Alt kanan dan Spasi

Jari Telunjuk:
Baris Pertama = 6 dan 7
Baris Kedua = Y dan U
Baris Ketiga = H dan J
Baris Keempat = N dan M

Jari Tengah:
Baris Pertama = 8
Baris Kedua = I
Baris Ketiga = K
Baris Keempat = , (tanda koma)

Jari Manis:
Baris Pertama = 9
Baris Kedua = O
Baris Ketiga = L
Baris Keempat = . (tanda titik)

Jari Kelingking:
Baris Pertama = 0, -, = dan BackSpace
Baris Kedua = P, [ dan ]
Baris Ketiga = ; (tanda titik koma), ‘ (tanda kutip atas), dan Enter
Baris Keempat = / (tanda garis miring) dan Shift kanan

Posisi Kedua untuk Mengetik di Keyboard



TANGAN KIRI



Jari Kelingking:
Baris Pertama = ` dan 1
Baris Kedua = Tab dan Q
Baris Ketiga = Capslock dan A
Baris Keempat = Shift kiri dan Z
Baris Kelima = Ctrl dan Windows

Jari Manis:
Baris Pertama = 2 dan 3
Baris Kedua = W
Baris Ketiga = S
Baris Keempat = X

Jari Tengah:
Baris Pertama = 4
Baris Kedua = E
Baris Ketiga = D
Baris Keempat = C

Jari Telunjuk:
Baris Pertama = 5 dan 6
Baris Kedua = R dan T
Baris Ketiga = F dan G
Baris Keempat = V dan B

Ibu Jari:
Baris Kelima = Alt kiri dan Spasi

Tangan kanan



Ibu Jari:
Baris Kelima = Alt kanan dan Spasi

Jari Telunjuk:
Baris Pertama = 7 dan 8
Baris Kedua = Y dan U
Baris Ketiga = H dan J
Baris Keempat = N dan M

Jari Tengah:
Baris Kedua = I
Baris Ketiga = K
Baris Keempat = L

Jari Manis:
Baris Pertama = 9
Baris Kedua = O
Baris Ketiga = L
Baris Keempat =.

Jari Kelingking:
Baris Pertama = 0, -, = dan
BackSpace
Baris Kedua = P, [ dan ]
Baris Ketiga = ;, ‘ dan Enter
Baris Keempat =/dan Shift kanan
Baris Kelima = Windows, left click dan Ctrl kanan

Modul ini menggunakan cara kedua dalam proses pengetikan 10 jari. Anda dapat melanjutkan dengan terus melatih mengetik agar jari-jarimenjadi lemas dan terbiasa dengankeyboard. Ingat, kuncinya adalah di huruf F dan J. Telunjuk kiri di huruf F dan telunjuk kanan di huruf J, dua tombol tersebut mudah ditemui karena ada tonjolan yang dapat diraba dan berbeda dengan tombol-tombol lainnya.

Comments

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun