Skip to main content

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya.

Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini.

Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak.



Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komunitas.

Tapi, rasanya setelah WFH dan tiap hari di rumah, putri saya lebih dekat dengan bapaknya. Sebelumnya, jika ibunya lagi ke luar sebentar untuk beli sayur misalnya, pasti nangis dan yang dicari cuma ibunya. Sekarang sudah lebih santai dan ga pakai nangis kalau ada bapaknya di kamar. Lalu juga jadi suka nyender-nyender sama bapaknya yang sebelum WFH maunya cuma dekat-dekat ibunya aja. Alhamdulillah#1

Dapat Belajar dan Ikut banyak Seminar Gratis tanpa Perlu ke luar Rumah.



Saya suka belajar dan mengikuti seminar atau pelatihan. Selain menambah ilmu, dapat menambah relasi. Namun salah satu kendalanya itu tentu di soal mobilitas dan waktu. Jika tempatnya jauh, harus ongkos kan transportasinya apalagi kalau lokasi kurang aksesibel. Tapi sekarang cukup klik link Zoom atau google Meet, atau masukan id, maka sudah dapat bergabung di webinar-webinar yang bertebaran dimana-mana, bisa bertanya langsung pula, dan kadang dapat relasi dengan dimasukkan ke grup WA mereka. Alhamdulillah#2

Tidak Habis Energi dan Waktu di Jalan.



Sebelumnya, karena rumah jauh dari Ciledug Tangerang dan kantor di daerah Senen Jakarta Pusat, PP rata-rata bisa menghabiskan 4 jam di perjalanan. Sekarang, setelah mandi sebelum solat Subuh, masih bisa mengerjakan banyak hal di laptop, lalu pagi hari nemenin anak yang baru bangun. Meski kadang terpotong waktunya dengan adanya banyak Video Conference pekerjaan di kantor, tapi tak masalah. Alhamdulillah#3.

Langganan Internet Wifi di Rumah jadi Terpakai Optimal.



Di rumah langganan internet First Media yang sebetulnya sudah cukup murah. Unlimited kuota per bulan hanya 191ribu. Tapi ketika sebagian besar waktu ada di kantor, koneksi internet itu jadi tak bermanfaat. Tapi ketika harus WFH ini, ternyata sangat hemat sekali jika punya internet Wifi di rumah, ketimbang pakai kuota paket data yang mungkin sekali Vicon zoom tiga jam sudah habis beberapa Gb. Namun sekarang internet di rumah jadi sangat membantu dan buat tambah produktif. Alhumdillah#4

Lebih Hemat, tak perlu Keluar Biaya untuk Jalan-Jalan

keluarga.

Saya sebetulnya tipe anak rumahan yang lebih suka menghabiskan waktu untuk baca buku atau menulis. Tapi namanya sudah berkeluarga, jadi tetap ada sesekali ke luar rumah untuk jalan-jalan, meski cuma ke tempat resepsi / kondangan. Namun tetap, hal-hal itu keluar uang kan? Nah selama PSBB ini bisa dijadikan alasan oleh saya atau orang-orang setipe yang malas buat keluar rumah padahal biar ngirit. Alhamdulillah#5.

Itu dulu sih. Masih banyak hal-hal positif lainnya. Bagaimana kalau versi kamu? (DPM)

Comments

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga