IRONI Pahlawan dan Pemain Belakang Layar: Kisah Jasan dan Medeia

Ketika perbuatan Medeia diketahui oleh putra Pelias, Jason dan Medeia diusir dari Iolcus. Mereka kemudian tinggal di Korintus selama sepuluh tahun. Di sana, mereka memiliki anak dan membina rumah tangga di sana. Hingga pengkhianatan Jason terhadap istrinya terjadi ketika ia jatuh cinta kepata putri Glauke, anak dari raja Kreon, penguasa Korintus.

Perbuatan Jason yang seakan tidak tahu membalas budi ini, amat membuat Medeia murka. Ia merasa telah dikhianati setelah merasa banyak membantu Jason dalam petualangannya selama ini. Namun Jason seakan tak peduli, dan malah menyakiti perasaan Medeia dengan mengatakan bahwa karena Aphrodite lah Medeia jatuh cinta kepadanya, dan mau membantu petualangan Jason.

Di akhir kisah, Media yang tak menerima pengkhianatan Jason, menaruh dendam kesumat pada suaminya itu. Dengan kemampuan sihirnya, ia memantrai gaun yang akan dihadiahkan kepada Putri Glauke. Setelah memakainya, gaun tersebut langsung terbakar dan membunuh Putri Glauke seketika. Raja Kreon, yang ingin menolong putrinya, ikut menjadi korban karena terbakar oleh kobaran api dari gaun tersebut. Hal ini secara tidak langsung menyimbulkan sebuah kemarahan Medeia yang amat dahsyat dan mampu membakar siapa saja seperti api yang berkobar-kobar.

Sebelum meinggalkan Jason, Medeia membunuh sendiri dua putranya hasil hubungan dengan Jason. Ia mengatakan bahwa rasa bencinya terhadap Jason, mengalahkan rasa cinta pada kedua anaknya sendiri. Tindakan Medeia ini memperlihatkan betapa sebenarnya Media amat mencintai Jason. Meski pada awalnya benar Aphrodite yang melalui Eros lah yang membuat Medeia jatuh cinta pada Jason, hingga bertahun-tahun rasa cinta itu semakin besar. Terbukti dari tindakan Media saat terluka oleh Jason. Karena semakin besar cinta seseorang, maka akan makin sakit rasanya jika disakiti oleh orang yang dicintai itu.

Kesimpulan

Adanya tokoh Medeia dalam petualan Jason, secara implisif ingin menekankan bahwa peranan perempuan itu tak dapat diabaikan dalam kehidupan seorang laki-laki. Ungkapan yang mengatakan bahwa di balik kesuksesan seoranglaki-laki ada perempuan hebat di sana, terepresentasi dengan baik oleh Media dalam kisah mitologi ini.

Selama berada Jason, Medeia tak menuntut apa-apa dengan semua bantuannya kepada Jason. Ia sudah merasa cukup dengan mendapatkan cinta dari Jason untuk dirinya. Pernikahannya selama beberapa tahun dengan Jason, cukup membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Tak ada keinginan untuk merasa berjasa atas suaminya sendiri. Hal ini menunjukan bagaimana sosok seorang perempuan atau istri yang ideal menurut masyarakat Yunani Kuno. Bahwa apapun yang dilakukan istri, adalah tanggung jawab dari suaminya.

Namun, ketika Medeia dikhianati oleh Jason, ada perlawanan yang terjadi di sana. Selama ini Medeia yang dianggap sebagai orang belakang layar atas semua kesuksesan Jason, memberontak karena kepercayaannya telah tersakiti. Kemdian, Medeia pun ingin menunjukan bahwa seorang perempuan (dirinya) tak dapat diremehkan dan ditindas begitu saja. Ia membalas-dendam dengan membunuh Putri Glauke, dan tragisnya, turut pula membunuh kedua anak kandungnya sendiri. Medeia tak ingin dilihat sebagai seseorang yang lemah. Ia memperlihatkan bahwa ia pun berani untuk tega membunuh anaknya sendiri.

Terakhir, kisah ini dengan jelas memberikan amanah kepada masyarakat Yunani Kuno agar jangan pernah melupakan jasa-jasa seseorang. Jason bagaikan pahlawan yang ironis. Menjadi besar dengan sebagian besar bantuan orang lain, dan kembali hancur oleh seseorang yang paling berjasa dalam hidupnya itu.

Sumber cerita: Wikipedia dan Greek-Roman Mythologi A-Z

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *