Liberalisme dan Tipu Muslihatnya

Untuk negara Amerika Serikat yang memiliki nama resmi The United States Of America ini, merupakan suatu negara berbentuk Federal yang menggunakan sistem Republik Presidensial. Kepala negara dan pemerintahannya merupakan sorang Presiden yang di lembaga legislatifnya terdapat Senat dan House Of Representative. Kekuasaan eksekutif terpisah dengan kekuasaan legislatif. Sehingga tidak saling keterikatan antara eksekutif dalam hal ini Presiden dengan Legislatif. Presiden hanyalah bertanggung jawab langsung dengan rakyat yang telah memilihnya. Walaupun Presiden juga memiliki hak veto terhadap peraturan yang telah dibuat oleh Legislatif.

Karena potensi alam dan jumlah penduduknya yang menempati posisi ketiga terbesar di dunia, AS dapat mengembangkan ekonominya secara pesat sehingga dapat menguasai perekonomian dunia.

Negara ini menganut idiologi liberal dalam segala aspek kehidupannya. Sehingga negara dalam hal ini hanya bertugas sebagai penjaga keamanan bagi rakyatnya dan tidak berwenang untuk mencampuri urusan rakyatnya termasuk soal agama. Mereka menganggap paham ini adalah paham yang terbaik karena menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Menusia diberi kebebasan yang seluas-luasnya dalam melakukan apa pun, tak ada yang bisa membatasi terhadap apa yang ingin dilakukannya termasuk aturan Tuhan.

Paham liberal ini menganggap paham komunis sebagai paham yang jahat. Paham yang mengekang hak-hak individu untuk berkreasi. Oleh karena itu, pada saat perang dingin AS berusaha mati-matian dengan seluruh dana dan potensi yang dimiliki untuk menyebarkan pahamnya ini untuk kemudian membendung penyebaran paham komunis.

Dengan Marshall plannya, AS memberikan bantuan kepada negara-negara yang sedang dilanda peperangan atau kemiskinan. Karena menurut mereka, kemiskinan adalah ladang yang paling subur untuk berkembangannya Komunisme yang tidak mengenal kelas-kelas. Sehingga di mana ada peperangan, maka di situ ada dua negara super power tersebut. Maka sering sekali terjadi perang saudara seperti contoh antara Korea dan antara Vietnam.

Indonesia hampir pernah terlibat dalam kancah perang dingin dengan ditandatanganinya perjanjian Mutual Security Act. Yaitu perjanjian kerjasama keamanan atau bantuan senjata dari Amerika. Peristiwa ini terjadi pada masa Kabinet Sukiman Wiryosanjoyo (1951-1952). Ini merupakan pelanggaran terhadap politik bebas aktif yang dilakukan Indonesia dengan condong ke blok barat. Oleh karena itu parlemen langsung menjatuhkan mosi tidak percaya dan Kabinet tersebut diganti oleh Kabinet Wilopo.

Paham ini memang memberi kebebasan yang seluas-luasnya untuk individu agar berusaha, tapi denganya pula menimbulkan dampak negatif yang besar. Bagi golongan orang yang memiliki modal besar atau kaum kapitalis, paham tersebut akan semakin menyuburkan usaha dan modal mereka. Sehingga golongan itu akan semakin kaya. Sebaliknya bagi golongan yang tidak kuat finansialnya atau kaum buruh, akan semakin terdesak karena kaum kapitalis hanya semata-mata memeras tenaga kaum buruh dengan kesejahteraan yang sangat tidak diperhatikan. Maka penderitaan kaum buruh akan semakin tinggi dan menyebabkan lahirnya paham sosialisme.

5 komentar untuk “Liberalisme dan Tipu Muslihatnya”

    1. setuju, minimal menurut orang Indonesia. Karena paham atau penilaian itu pastilah akan sangat subjektif. Tapi untuk falsafah hidup orang Indonesia, Pancasila lah yang saat ini paling sesuai. Karena Indonesia bukan negara teokrasi, tapi juga bukan negara sekuler.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *