Makna dan Sejarah Agama Islam

C. Shalat dengan Khusyuk
Khusyuk secara bahasa adalah memusatkan penglihatan pada bumi dan memejamkan mata. Terjadi pada 3 bagian, yaitu suara, badan, dan penglihatan.
Khusyuk menurut istilah adalah keadaan jiwa yang tenang dan tawadhu.
Faktor-faktor yang membantu shalat dengan khusyuk:
1. Hati yang ikhlas karena Allah,
2. Ma’rifat kepada Allah,
3. Sadar bahwa shalat merupakan pertemuan untuk bermunajat kepada-Nya,
4. Shalat dengan tuma’ninah (tenang dan tak tergesa-gesa),
5. Shalat pada waktunya,
6. Shalat berjamaah.
7. Hendaknya hindarilah hal-hal yg dapat menganggu konsentrasi shalat.
Hikmah dar Shalat khusyuk:
1) menumbuhkan kemampuan berkosentrasi,
2) menjauhkan diri dari ucapan dan perbuatan yang tak berguna,
3) membuat seseorang memiliki sifat rendah hati,
4) mengantarkan seseorg kepada ma’rifat yang hakiki kepada Allah SWT

D. Zakat dan Haji
Zakat adalah suci dan tumbuh dengan subur
Secara istilah adalah mengeluarkan sebagian harta benda sebagai sedekah wajib sesuai ketentuan Allah SWT. Zakat ada 2 macam, yaitu :
1) Zakat Fitrah adalah sedekah wajib menjelang Idul Fitri. Yang dizakatkan adalah makanan pokok. Boleh diganti dengan uang senilai dengan harga makanan pokok.
2) Zakat Maal adalah harta yang wajib dikeluarkan. Misalanya emas, perak, mata uang, harta perniagaan, hewan ternak, buah-buahan dan biji-bijian yang dapat dijadikan makanan pokok, barang tambang, dan rikaz.
Haji adalah menuju atau menziarahi suatu tempat.
Secara istilah adalah ziarah ke Ka’bah (Baitullah) untuk melaksanakan ibadah dengan cara tertentu di tempat-tempat tertentu. Untuk yang telah memenuhi syarat-syaratnya, hukumnya fardu’ain sekali seumur hidup.
Syarat-syarat berhaji yaitu:
1) Beragama Islam,
2) Berakal sehat,
3) Balig,
4) Merdeka,
5) Kuasa atau mampu mengerjakan (istitha’ah).
Rukun Haji yaitu:
1) Ihram. Niat bulat untuk menunaikan haji,
2) Wukuf di Arafah,
3) Tawaf Ifadhah. Mengelilingi Ka’bah 7x,
4) Sa’i. Lari-lari kecil atau jalan cepat antara Bukit Shafa dan Marwah,
5) Tahallul. Mencukur rambut,
6) Tertib.

Baca juga:  Menjaga Langit Demokrasi

E. Aqidah dan Rukun Iman
Aqidah adalah ikatan atau sangkutan. Aqidah Islam ditautkan dengan rukun iman, yaitu:
1) Iman kepada Allah SWT.
2) Iman kepada Malaikat
3) Iman kepada Kitab suci.
4) Iman kepada Nabi dan Rasul.
5) Iman kepada Kiamat
6) Iman kepada Qada dan Qadar.

V. Asal-usul dan Perkembangan Agama Islam
Islam dibawa oleh seorang manusia biasa dari sebuah kota kecil Mekkah di Jazirah Arab. Ia diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan dan melengkapi ajaran-ajaran tauhid dari nabi-nabi sebelumny. Ajaran yang Ia bawa bukan hanya untuk orang Arab saja, tapi diperuntukan bagi seluruh alam. Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal tahun gajah. Ia diangkat menjadi Rosul oleh Allah pada saar berumur 40 tahun. Peristiwa pengangkatan ini dinamakan Nuzulul Qur’an yang bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan 610 M. Pengakatan ini ditandai dengan diturunkannya wahyu pertama Surat Al Alaq 1-5 melalui malaikat Jibril pada saat Muhammad sedang berdian di Goa Hiro.
Inti ajaran Islam adalah tauhid, pengakuan dan kepercayaan sepenuhnya kepada keesaan Tuhan yang diwujudkan dalam sikap beribadah hanya kepada-Nya. Pengakuan akan kekuasaan Tuhan mendasari pengakuan akan kesatuan, persamaan, dan persaudataan umat manusia. Dalam keyakinan seorang muslim, semua agama samawi yang dibawa oleh para nabi sepanjang zaman mengajarkan inti ajaran yang sama, yaitu tauhid. Perbedaan hanya pada syariat atau aturan yang mengatur kehidupan manusia sesuai dengan jamannya masing-masing. Karena itu dalam perspektif Islam, semua agama samawi atau agama wahyu yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Esa adalah agama Islam. Kedatangan Nabi Muhammad sebagai khatamul-Nabiyyin atau penutup segala nabi adalah untuk membawa agama Islam yang telah mencapai tahap kesempurnaan, karena risalah Islam bersifat universal.
Faktor pendorong perkembangan Islam, yaitu: Islam bersifat universal, memandang manusia sebagai fitrahnya, bukan sebagai makhluk yang penuh dosa, didasarkan pada yang nyata, bukan penjelmaan yang nyata, bukan didasarkan pada pribadi penyebarannya, tapi semua berdasar dari Allah SWT, bersifat Unitas, serta Tata cara peribadatan yang mudah dan tak pernah memberatkan umatnya.
Setelah Nabi wafat, kepemimpinan dan dakwah Islam diteruskan oleh empat sahabat. Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Setelah mereka, dilanjutkan zaman dinasti-dinasti. Pertama yaitu Umaiyah yang didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan dan mengalami puncak kejayaan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Setelah Umaiyah runtuh, dialnjutkan oleh dinasti Abbasiah. Didirikan oleh Abu Al-Abbas dan puncak kejayaan terjadi pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Pages: 1 2 3 4

4 Comments

  1. sorry….. bro tulisannya masih kaya anak SD

  2. kalo ga salah, ini memang tulisan pas zaman SMP atau SMA gitu gan.. jadi harap maklum lah 😀

  3. izin save artikel mas buat bahan presentasi nih, ^^

  4. Silakan. terima kasih sudah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Arsip DPM

Trending DPM