New Media Aksi Sosial Disabilitas

Secara umum, Kartunet.com punya dua tujuan dalam aksi sosialnya. Pertama mereka ingin dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dengan berbagai kisah inspiratif dan informasi mengenai prestasi para penyandang disabilitas. Dengan keterbatasan yang dimiliki para penyandang disabilitas, mereka tetap dapat berkarya, dan hal ini diharapkan mampu memompa semangat masyarakat yang sempurna secara fisik dan mental agar dapat lebih produktif lagi. Seperti moto yang mereka usung yaitu “Mengatasi keterbatasan tanpa batas”.

Lebih jauh, sekedar menginspirasi tidak cukup dalam aksi sosial untuk mengangkat kaum disabilitas setara dalam masyarakat. Tujuan kedua Kartunet.com adalah menggerakkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar peduli dan sadar bahwa penyandang disabilitas tetap jadi bagian dari keberagaman masyarakat. Mereka bukan “orang aneh” yang harus dijauhi atau hanya dikasiani. Mereka pun individu yang punya potensi dan mampu ikut berkontribusi dalam masyarakat apabila diberikan akses yang sesuai. Oleh karena itu, Kartunet.com melibatkan partisipasi generasi muda untuk melakukan aksi perubahan.

Media baru internet bagi tunanetra punya arti yang amat besar. Dibandingkan dengan media cetak, internet jauh lebih aksesibel. Dengan bantuan perangkat lunak pembaca layar, kehadiran internet membuka banyak peluang pengembangan diri bagi tunanetra. Mereka dapat belajar dari forum-forum diskusi dan situs jejaring sosial dari netizen yang dengan suka rela membagikan ilmunya. Ilmu tersebut dapat langsung mereka coba tanpa perlu datang jauh-jauh ke workshop yang terkadang kendala terbesar mereka adalah pada mobilitas. Hasilnya, sudah ada beberapa tunanetra saat ini yang mampu menjadi penulis, programmer, composer musik digital, dan lain-lain.

Selain itu, media baru turut pula memberikan akses bagi tunanetra untuk menyampaikan pendapatnya secara langsung ke muka publik. Pada forum-forum di Kartunet.com misalnya. Mereka dengan bebas dapat mengungkapkan opininya akan suatu isu yang dapat ditanggapi oleh satu sama lain. Dari sana terlihat bahwa mereka pun punya konsepsi yang patut diketahui oleh publik. Tidak hanya menjadi objek pasif, melainkan subjek aktif yang ingin pula berkontribusi bagi kemajuan.

Mengetahui ini semua, sudah saatnya generasi muda pada umumnya untuk mendukung aksi sosial mewujudkan Indonesia yang lebih ramah pada penyandang disabilitas ini. Generasi muda yang punya pemikiran lebih terbuka, tentu lebih muda pula untuk menerima konsep disabilitas sebagai bagian dari keberagaman ini. Melalui dunia maya, sapa mereka yang memiliki disabilitas dengan interaksi langsung di forum-forum dan situs jejaring sosial. Kenali mereka dan ajak sahabat serta keluarga untuk memahami informasi yang benar tentang kaum disabilitas. Sehingga demikian, tak ada lagi rasa canggung ketika suatu saat bertemu langsung di jalan, gedung, atau tempat publik lainnya.

Seperti ketika anda melihat seorang tunanetra yang ingin menyeberang jalan raya. Apa yang harus anda lakukan? Kebanyakan orang hanya sampai pada rasa kasian dalam hati dan tak ada aksi untuk membantu mereka menyeberang jalan karena tak tahu caranya. Dengan informasi yang baik, seharusnya masyarakat segera tanggap dengan terlebih dahulu menyentuh tangan si tunanetra, bertanya ingin kemana, dan membantunya menyeberang dengan cara menuntun yang benar.

Lebih jauh, ketika kelak generasi muda saat ini menjadi pemimpin bangsa, tentu pemahaman akan kebutuhan penyandang disabilitas akan masuk dalam tiap kebijakan yang dibuat. Seperti contoh fasilitas umum. Pengetahuan tentang kebutuhan pengguna kursi roda seyogyanya membuat kebijakan pembuatan jembatan penyeberangan tidak dibuat berundak-undak, tetapi dibuat landai agar mereka dapat melintas dengan mandiri. Sama halnya dengan pembangunan fasilitas umum lain seperti trotoar. Agar tunanetra dapat berjalan dengan aman, dibuat semacam Braille Block yang dapat memandu tunanetra dalam berjalan.

Semoga apa yang telah dilakukan anak muda tunanetra yang memanfaatkan internet sebagai media aksi sosial dapat menginspirasi netizen muda untuk melakukan hal yang sama. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk bergerak melakukan aksi sosial untuk membuka akses penyandang disabilitas dalam masyarakat. Manfaatkan trend penggunaan new media seperti blog dan jejaring sosial untuk menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat agar peduli pada penyandang disabilitas. Dengan partisipasi aktif dari generasi muda, kelak Indonesia akan menjadi lebih nyaman bagi semua, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *