Skip to main content

Mengenai Saya

Masuk ke Dunia Pemikiran Dimas P Muharam




Bagi banyak orang, gelap dianggap sebagai akhir dari terang. Namun untuk Dimas P Muharam, gelap menjadi awal dari terbukanya dunia untuknya. Sebab, menurut pria kelahiran Jakarta, 14 Agustus 30 tahun yang lalu ini, segala sesuatu memiliki banyak pilihan perspektif, dan akan berbeda jadinya ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Dimas memilih untuk menjadikan gelap di matanya sebagai peluang untuk berkarya dan berkontribusi lebih banyak, bukan terpuruk dan berhenti karenanya.

Terlahir dengan kondisi fisik sempurna seperti anak pada umumnya, tak ada yang menyangka bahwa Dimas akan mulai kehilangan daya penglihatannya di usia 12 tahun. Untuk anak seusia itu, mungkin belum disadari betapa berat kondisi yang dialami. Namun yang dirasa saat itu adalah kenyataan bahwa dia harus putus sekolah sampai kelas VI caturwulan II. Masih minimnya informasi mengenai pendidikan inklusif atau terintegrasi, memaksa Dimas meninggalkan salah satu kesenangan bersekolah, karena para guru dan tenaga pendidik yang belum paham cara menangani siswa dengan berkebutuhan khusus penglihatan.

Ada ungkapan bahwa badai pada suatu saat, pasti akan berlalu. Kesedihan karena pemikiran bahwa teman-teman sebayanya dapat pergi ke sekolah sedangkan dirinya hanya berdiam diri di rumah, perlahan mulai terangkat ketika satu tahun berselang Dimas kembali ke sekolah untuk mengikuti Ebtanas, dan masih dapat lulus dengan nilai rata-rata 9. Kemudian Dimas melanjutkan ke SMP umum yaitu 226 Jakarta, lalu SMA di 66 Jakarta, hingga masuk PTN lewat jalur SPMB di tahun 2007 dan berhasil masuk jurusan S1 Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Mendapat gelar sarjana di awal 2012, Dimas lalu mendapatkan kesempatan short course selama tiga bulan di Flinders University, Adelaide, Australia pada musim semi 2013.



Selama jadi mahasiswa, selain aktif di berbagai kepanitiaan dan organisasi kampus, Dimas juga dengan beberapa sahabat tunanetra mendirikan Komunitas Kartunet (Karya Tunanetra). Berdiri sejak 19 Januari 2006, Kartunet hingga saat ini masih aktif mempublikasikan karya tulis dan pengalaman dari komunitas disabilitas, dan membina kemandirian para tunanetra melalui keterampilan menulis dan juga teknologi informasi dan komunikasi. Kini, Dimas mengabdikan diri untuk negara sebagai PNS peneliti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dia berharap dengan bergabungnya di Kemendikbud, dapat lebih memajukan pendidikan di Indonesia menjadi lebih inklusif.

Bagaimana Dimas P Muharam Dapat Berkarya dan Bekerja?


Tentu ada yang bertanya-tanya, "bagaimana seorang Dimas yang kehilangan penglihatan atau totally blind dapat bekerja, bahkan menggunakan komputer dan perangkat ICT lainnya?".

Jawabannya adalah karena kehadiran teknologi yang dinamakan screen reading software atau aplikasi pembaca layar. Software tersebut dipasang pada komputer atau smart phone, yang kemudian akan enerjemahkan tampilan visual di layar ke bentuk audio. Dimas dan para tunanetra lainnya yang menggunakan teknologi ini cukup mendengarkan melalui speaker / headphone, lalu memasukkan perintah melalui keyboard atau layar sentuh pada smart phone.

Seorang tunanetra yang dapat menggunakan komputer atau smartphone, bahkan sampai menjadi programmer, karyawan, pengusaha, jurnalist, atau web developer, bukanlah hal yang "ajaib". Tiap tunanetra yang ingin belajar mampu memanfaatkan ini untuk keperluan sehari-hari atau profesional. Dimas kerap kali menjadi narasumber / trainer untuk melatih para tunanetra untuk belajar komputer. Bahkan di tahun 2015 - 2017, Dimas dipercaya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai instruktur pada program pelatihan untuk para disabilitas usia produktif.

Temui Dimas P Muharam


Dimas dengan senang hati menemui Anda sebagai pembicara di sekolah, kampus, komunitas, perusahaan, instansi, dll untuk berbagi motivasi, semangat dan pengalamannya. Atau jika Anda ada program pendidikan inklusif atau peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dengan teknologi informasi dan komunikasi, Dimas dapat diminta sebagai konsultan atau instruktur. Silakan kenali dan kontak via Whatsapp di 082310301799, atau kirim email ke me@dimasmuharam.com.

Tulisan Lainnya

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Ada yang Kamu Suka dari PSBB di Pandemi Covid19 ini?

Tangerang - Bukan ingin menafikan dampak negatif dari musibah Covid ini ya guys. Tapi sebagaimana tiap peristiwa, pasti bisa dilihat dari berbagai perspektif. Musibah pun akan selalu dapat kita temukan sisi positifnya jika memang ingin. Sebab segala sesuatu jika ingin dilihat dulu dari sisi positifnya, Insya Allah akan terasa lebih ringan, meski tidak meniadakan bebannya. Nah, apa hal positif yang kamu rasa dari Covid ini? Kalau saya sih ini. Akhirnya, Diakui Ayah oleh Anak. Putri saya sekarang hampir usia 1 tahun. Ketika masih kerja aktif masuk ke kantor, mungkin dia merasa asing dengan bapaknya. Bagaimana tidak, berangkat kerja sebelum matahari terbit sekitar jam 5.30 karena mengejar bus Trans Jakarta dari Ciledug, lalu pulang mayoritas jam 7 malam dan baru sampai rumah sekitar jam 9 malam kalau ada lemburan RDK / kegiatan. Praktis, putri saya cuma kenal bapaknya pas hari libur saja, yang itu pun kadang masih disita waktunya sebagian dengan herus belajar dan menangani keperluan komun