Publikasi

Kumpulan tulisan Dimas Prasetyo Muharam yang diterbitkan di media atau jurnal

Mewujudkan Masyarakat Indonesia Inklusif

Di era yang sudah serba transparan ini, penyebaran informasi sudah tidak terbatas lagi. Berbagai ilmu pengetahuan dan unsur-unsur kebudayaan tersebar cepat. Abad 20 yang lebih berorientasi ke barat, tak elak mendifusi baik pengaruh negatif atau positif. Dalam pengaruh positif tersebut yang sangat berguna bagi kehidupan umat manusia adalah kebebasan, persaudaraan, dan persamaan derajat. Nilai-nilai tersebut …

Mewujudkan Masyarakat Indonesia Inklusif Selengkapnya »

Teknologi Bagi Tunanetra

Mungkin kita masih tidak percaya ketika mendengar bahwa tunanetra bisa mengoperasikan komputer atau bahkan berselancar di belantara internet. Tapi pada kenyataannya, semua hal tersebut sudah terjadi. Para tunanetra dengan bantuan teknologi maju sudah bisa mengoperasikan komputer. Baik itu operating system windows, program microsoft office, atau hanya sekedar memutar musik berformat mp3 yang tersimpan di hardisk …

Teknologi Bagi Tunanetra Selengkapnya »

Jangan Sekolah jika tak Punya Uang

Pendidikan merupakan sesuatu yang teramat penting bagi manusia. Pemerintah sebagai organisasi yang mengatur negara, wajib mengayomi kebutuhan warga negaranya termasuk kebutuhan dasar. Oleh karena itu, pemerintah harus mencukupi kebutuhan akan pendidikan warganegaranya, yang salah satunya dengan membebaskan biaya pendidikan itu sendiri. Di Inggris dan negara maju lainnya, biaya untuk program pendidikan dasar sudah dibebaskan. Mereka …

Jangan Sekolah jika tak Punya Uang Selengkapnya »

Masih Perlukah Ujian Nasional?

Sesungguhnya sistem uan itu baik untuk dilakukan, karena dengan adanya uan pemerintah dan masyarakat luas dapat mengetahui seberapa tinggi tingkat pendidikan nasional kita sekarang ini. Dengan standar mutu yang dinilai oleh angka terendah itu, maka akan dapat dibandingkan standar ketuntasan antar negara. Misalnya yang saya tahu dari beberapa informasi, Malaysia yang merupakan negara tetangga kita yang pada awalnya mengimport guru dari Indonesia, mereka sudah menggunakan standar kira-kira 7 untuk standard minimal. Sedangkan negara kita sampai sekarang masih menggunakan standar 4,26 yang sekarang katanya akan dinaikan hanya sekitar 5 saja. Sungguh perbandingan yang sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan negara tetangga kita.

Pendidikan yang Tidak Mendidik

Kira-kira lebih dari sebulan yang lalu, saya memulai kembali tahun ajaran baru di tahun terakhir saya pada tingkat pendidikan SMA. Sebelumnya, saya (orang tua tepatnya) harus membayar uang daftar ulang yang besarnya kira-kira Rp 650.000,00. Merupakan jumlah yang cukup besar bagi saya dan keluarga yang hanya hidup ala kadarnya. Terus itu masih ditambah dengan biaya beli buku baru yang setiap tahun selalu berganti-ganti entah itu isinya yang sedikit berubah, ganti penerbit, dan ganti pengarang. Pokoknya untuk setiap tahun ada saja alasan untuk beli buku yang baru sehingga tidak dapat memakai buku yang bekas tahun lalu.