Relasi Sosial Perempuan di Film Erin Brockovich (2002)

Dalam produk budaya seperti film misalnya, baik disadari atau tidak banyak isu sosial budaya yang dibangun sebagai sebuah wacana. Secara langsung atau tidak langsung, ia membawa sebuah isu yang dapat mempengaruhi penontonnya disamping fungsi hiburan. Seperti apa yang direpresentasikan dalam film Hollywood keluaran tahun 2002 dengan judul Erin Brockovich. Melalui esei ini, akan dikaji isu mengenai relasi sosial perempuan yang terbentuk di masyarakat dalam film Erin Brockovich (2002) berdasarkan pendekatan analisis wacana feminisme. Dengan pendekatan analisis wacana, isu-isu feminisme yang terkuak dalam film Erin Brockovich ini, akan penulis telusuri untuk menemukan jawaban atas pertanyaan bagaimana relasi sosial yang telah terkonstruksi dalam masyarakat bagi seorang perempuan dengan lawan jenisnya, sesama perempuan, dan hubungan mereka dengan masyarakat.

Perjuangan hidup perempuan dalam memperoleh kesetaraan akan selalu lebih sulit dari apa yang dibayangkan. Hal ini mampu dilukiskan secara apik oleh Julia Roberts yang berperan dalam film Erin Brockovich sebagai tokoh utama dengan nama sesuai dengan judul film ini. Sebagai seorang single parent, Erin Brockovich harus memenuhi kebutuhan hidup untuk tiga orang anaknya. Mengalami kesulitan financial karena kalah dalam kasus kecelakaan lalu-lintas, Erin Brockovich memutuskan untuk bekerja sebagai juru tulis di kantor bantuan hukum Masry & Vititoe milik Edward L. Masry. Bukan tanpa tantangan, Erin mendapatkan sambutan yang kurang hangat di tempat kerja barunya akibat sikap Erin yang di luar kewajaran. Selama bekerja di kantor, sikap Erin yang berani dengan menggunakan pakaian-pakaian minim serta kata-kata yang cenderung kasar, membuatnya dianggap aneh baik olehkaum laki-laki atau sesama perempuan teman kantornya. Namun, lambat laun sambutan ini melunak setelah Erin mampu membuktikan kecerdasannya dalam investigasi sebuah kasus lingkungan. Berikut saya kutipkan sinopsis isi film Erin Brockovich yang diambil dari situs indosiar.com

Film produksi tahun 2002 yang menghasilkan piala Oscar kategori aktris terbaik bagi bintang utamanya ini memulai kisahnya bahwa seorang orangtua tunggal dengan tiga anak, Erin Brockovich (Julia Roberts) mengganggur tanpa pekerjaan. Dengan putus asa Erin mencoba mencari pekerjaan tapi selalu gagal mendapatnya.

Tidak hanya itu, ia pun kalah dalam gugatan hukum terhadap seorang dolter sehubungan dengan kecelakaan mobil yang menimpanya. Tidak heran jika Erin menyalahkan pengacaranya, Ed Masry (Albert Finney) yang gagal membuatnya menang dalam perkara hukum itu.

Masry ternyata merasa bersalah pada kliennya itu sehingga iapun memberikan pekerjaan bagi Erin di sebuah firma hukumnya. Padahal Erin tidak punya pengalaman di bidang hukum. Tidak heran jika semua orang di firma tersebut tidak mempedulikannya, apalagi selera busana Erin buruk dan suka berbicara kasar.

Tetapi pada suatu hari ia tanpa sengaja menemukan sebuah perkara yang kelak mengubah hidupnya. Bermula dari keheranan Erin pada beberapa catatan medis yang anehnya dimasukkan ke dalam file kasus sebuah properti. karena penasaran, maka Erin pun membujuk Masry untuk mengizinkannya menyelidiki keanehan itu.

Ternyata ia menemukan kasus properti itu melibatkan sebuah perusahaan raksasa Pacific Gas & Electric Company. Rupanya perusahaan tersebut diam-diam berusaha membeli sebidang area yang terkontaminasi oleh hexavalent chromium, hasil limbah industri beracun dan berbahaya sehingga menyebabkan para penduduk yang mendiami area keracunan. Penyelidikan Erin terhadap kasus pencemaran yang dibantu Masry akhirnya membawa firma hukumnya melakukan salah satu gugatan hukum class action terbesar dalam sejarah Amerika yang ditujukan pada perusahaan yang beraset milyaran dolar.(Fachri)[3]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *