Remaja Tunanetra Mampu Mengarungi Dunia Cyber

Tunanetra sekarang tidak hanya bersekolah di sekolah luar biasa atau SLB. Sudah banyak siswa tunanetra yang bersekolah di sekolah inklusi. Baik itu di SD, SMP, SMA, atau perguruan tinggi. Seperti contoh. Penulis yang seorang tunanetra pada saat SMP dan SMA bersekolah di sekolah negeri. Yaitu SMP 226 Jakarta, dan SMA 66 Jakarta. Sedangkan untuk SD pada saat itu penulis masih belum seorang tunanetra.

Oleh karena banyak siswa tunanetra yang bersekolah di sekolah reguler, membuat kebutuhan akan informasi dan data tak terelakan lagi. Kami siswa tunanetra tidak diberikan hak khusus dalam mengikuti pelajaran. Jadi persamaan hak dan kewajiban yang kami dapatkan. Pada saat teman-teman kami yang tidak mengalami kekurangan mengerjakan suatu tugas, kami juga harus mengerjakan tugas tersebut. Kecuali pada beberapa hal yang benar-benar tunanetra tidak dapat melakukannya. Misalnya pada pelajaran seni rupa dengan tugas menggambar. Biasanya untuk tugas itu kami harus menganti dengan tugas lain yang biasanya adalah karya tulis. Jadi jalan yang dapat diambil adalah melalui internet.

Melalui internet, kami dapat mencari data atau informasi yang dibutuhkan sebagai bahan tugas. Dengan komputer yang sudah terinstall program screen reader dan sambungan internet. Biasanya kami menggunakan program search engine untuk mencari data termaksud. Kemudian data tersebut kami copy dan pasti di microsoft word untuk kemudian diedit. Setelahnya dokumen yang sudah kami edit, lalu dicetak dengan printer yang juga biasa digunakan pengguna komputer.

Dengan cara tersebut, kami dapat mengikuti pelajaran dengan lancar. Semua tugas dapat kami selesaikan tepat waktu bersamaan dengan saat teman-teman kami menyelesaikannya. Prestasi kami pun dapat bersaing dengan siswa normal. Penulis selama menjadi tunanetra dan bersekolah di sekolah inklusi, bersyukur karena selalu mendapatkan peringkat sepuluh besar dari siswa normal di kelas. Kami memang mengalami kesulitan dalam belajar. Tapi dengan adanya teknologi, kesulitan tersebut dapat sedikit teratasi.

Internet juga membuat wawasan kami menjadi luas. Pada saat di dunia nyata, kami memang tidak dapat membaca koran atau berita apa yang sedang hangat di masyarakat. Tapi dengan internet, kami dapat membuka situs-situs berita yang menyajikan berita terhangat. Selain itu, kita juga bisa belajar bahasa inggris di internet. Karena bahasa yang banyak digunakan di internet saat ini adalah bahasa Inggris, hal tersebut membuat kita lama-kelamaan terbiasa dengan bahasa asing tersebut. Dengan bantuan kamus dan untuk kami adalah kamus elektronik yang sudah terinstall pula di komputer, kami dapat mencari arti kata-kata baru yang terdapat di halaman yang sedang kami buka. Oleh karenanya, kami menjadi faham dengan maksud dari halaman berbahasa inggris yang sedang dibuka.

Sekarang adalah surat elektronik atau Electronic Mail yang sering disingkat E-mail. Ini adalah salah satu fasilitas yang sangat membantu terutama bagi tunanetra dalam berkomunikasi. Alat ini dapat menggantikan surat menyurat manual yang kurang ekonomis dan kesannya sulit bagi tunanetra. Kita dapat menulis surat kepada teman atau siapa saja di seluruh dunia. Tak ada ongkos kirim atau perangko sekali pun. Hanya ketik pesan yang ingin kita sampaikan, kemudian kirim ke alamat e-mail yang dituju, dan terkirimlah surat itu dalam beberapa detik. Tak ada kemungkinan surat itu tidak sampai, kecuali salah alamat atau kesalahan prosedur.

4 komentar untuk “Remaja Tunanetra Mampu Mengarungi Dunia Cyber”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *