Skip to main content

Posts

Showing posts with the label paper

The Infringement of Gricean Maxims In Nasreddin’s Stories

Introduction As a human, we have two-side of roles. They are we as an individual and we as the part of a society. In order to interact to the other human in society, we use language as the tool. “Language is a way to communicate ideas comprehensibly from one person to another in such a way that the other will be able to act exactly accordingly. The transportation of such ideas could be acquired by either verbal expression and signing with gestures and images”[1]. The language absolutely should be understood by the members. It is like an agreement which is made to link one and the other. As the result, the members in the society must learn the agreed language to keep their existence. If one of the members can not use the tool, it would kick him out from the society. Commonly, language is used to exchange a message between at least two people. When someone wants to tell some information, he uses language as the medium. It can be in written or spoken language. According to Kamil Wisnewski

Jangan Sekolah jika tak Punya Uang

Pendidikan merupakan sesuatu yang teramat penting bagi manusia. Pemerintah sebagai organisasi yang mengatur negara, wajib mengayomi kebutuhan warga negaranya termasuk kebutuhan dasar. Oleh karena itu, pemerintah harus mencukupi kebutuhan akan pendidikan warganegaranya, yang salah satunya dengan membebaskan biaya pendidikan itu sendiri. Di Inggris dan negara maju lainnya, biaya untuk program pendidikan dasar sudah dibebaskan. Mereka sangat perhatian akan hal tersebut. Mereka sadar, bahwa kualitas sumber daya manusia yang baik, akan menentukan nasib bangsa. Pemerintah kita sudah membuat banyak perundangan dan langkah-langkah kongkrit dalam meningkatkan mutu pendidikan, di antaranya dengan anggaran pendidikan 20%. Akan tetapi korupsi yang masih terjadi, terus membuat tidak sampainya anggaran tersebut pada institusi pendidikan. Sehingga bisa dikatakan, orang tak bisa sekolah jika tak ada uang yang disebabkan masih tingginya biaya pendidikan layak. (Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Ka