Masih Perlukah Ujian Nasional?

Sesungguhnya sistem uan itu baik untuk dilakukan, karena dengan adanya uan pemerintah dan masyarakat luas dapat mengetahui seberapa tinggi tingkat pendidikan nasional kita sekarang ini. Dengan standar mutu yang dinilai oleh angka terendah itu, maka akan dapat dibandingkan standar ketuntasan antar negara. Misalnya yang saya tahu dari beberapa informasi, Malaysia yang merupakan negara tetangga kita yang pada awalnya mengimport guru dari Indonesia, mereka sudah menggunakan standar kira-kira 7 untuk standard minimal. Sedangkan negara kita sampai sekarang masih menggunakan standar 4,26 yang sekarang katanya akan dinaikan hanya sekitar 5 saja. Sungguh perbandingan yang sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan negara tetangga kita.

Pendidikan yang Tidak Mendidik

Kira-kira lebih dari sebulan yang lalu, saya memulai kembali tahun ajaran baru di tahun terakhir saya pada tingkat pendidikan SMA. Sebelumnya, saya (orang tua tepatnya) harus membayar uang daftar ulang yang besarnya kira-kira Rp 650.000,00. Merupakan jumlah yang cukup besar bagi saya dan keluarga yang hanya hidup ala kadarnya. Terus itu masih ditambah dengan biaya beli buku baru yang setiap tahun selalu berganti-ganti entah itu isinya yang sedikit berubah, ganti penerbit, dan ganti pengarang. Pokoknya untuk setiap tahun ada saja alasan untuk beli buku yang baru sehingga tidak dapat memakai buku yang bekas tahun lalu.

Liberalisme Vs Komunisme

Liberalisme dan komunisme adalah dua paham besar yang di dunia sekarang ini atau lebih tepatnya 20 tahun yang lalu saat masih gencarnya perang dingin. Masing-masing dari paham tersebut di antut oleh negara superpower yang paham pertama dianut oleh raksasa Amerika Serikat, dan yang kedua oleh Uni Sovyet (yang sekarang sudah runtuh).