Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Disability Equality Training

Empati Bermula ketika Takut 'Gelap'

Tangerang - Maret lalu adalah kali kedua saya melatih para staf AirAsia Indonesia dalam pelatihan Disability Equality Training di Red House Cengkareng. Sejak gabung sebagai trainer di tim BEAT Indonesia, ada saja pengalaman baru dan unik dari peserta yang baru interaksi dengan penyandang disabilitas. Salah satunya adalah perasaan takut gelap ketika mata ditutup dan berjalan dengan tongkat seperti tunanetra. Tiap sesi Disability Services Related Training (DSRT) untuk tunanetra, ada bagian dimana peserta harus mempraktikkan apa yang sudah diajarkan mengenai layanan untuk penumpang pesawat yang memeiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra. Peserta yang biasanya 20 orang harus praktik secara berpasangan, lalu dibagi peran yang satu menjadi tunanetra, dan lainnya sebagai staf yang menuntun. Lalu di tengah praktik peran akan ditukar sehingga semuanya merasakan peran yang sama. Peran sebagai tunanetra, peserta pelatihan harus mengenakan blind folt, sehingga penglihatan mereka terhalang s

Interaksi Petugas Kesehatan dengan Penyandang Disabilitas di Fasyankes

Tangerang - Alhamdulillah kembali diberi kepercayaan untuk memberikan pelatihan disability equality training ke para peserta workshop Penanggulangan Gangguan Fungsional dengan Pendekatan ICF yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI di Hotel Horison Bekasi (17-02-2017). Ini jadi pengalaman yang cukup menantang karena dapat dikatakan ini praktik lapangan DET pertama setelah di akhir 2016 ikut serta dalam IQP untuk tim BEAT di AirAsia Academy Malaysia. Awalnya saya dihubungi oleh mas Ridwan Soemantri via email untuk bersama mengisi pelatihan mengenai interaksi petugas kesehatan dengan penyandang disabilitas di fasyankes atau fasilitas layanan kesehatan. Mas Ridwan diundang oleh CBM Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, yang saat ini menjadi salah satu mitra dari Kementrian Kesehatan. Mas Ridwan diminta untuk memberikan training selama kurang lebih 2 jam mengenai cara interaksi dengan penyandang disabilitas. karena menu

AirAsia, Maskapai Pertama Mengadakan Disability Equality Training

Tangerang - Sebelumnya saya sudah posting mengenai Profil BEAT Indonesia yang saya juga tergabung di dalamnya saat ini. Kali ini mau sedikit cerita bagaimana proses awal saya bergabung dengan Beat, dan pengalaman 3 hari di AirAsia Academy di Malaysia untuk ikut IQP test. Beat atau Barrier-free Environment Accessible Transport sudah terbentuk sejak beberapa tahun yang lalu di Malaysia. Konon, lembaga ini dibentuk sebagai respon dari AirAsia pada protes sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Malaysia yang menginginkan layanan AirAsia dapat diakses oleh mereka. Sebagai maskapai kategori Low Cost Carrier (LCC) dan punya moto "everyone can fly with AirAsia", sudah selayaknya para difabel pun dapat menikmati layanan AirAsia yang relatif terjangkau. Akan tetapi, banyak layanan di AirAsia yang dikurangi termasuk aksesibilitas untuk penumpang dengan disabilitas menggunakan alasan efisiensi sebagai maskapai LCC. Sebagai tanggapannya, AirAsia bukan hanya berjanji akan meningkatka