Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pembicara

Tegnologi Membuka Peluang Tunanetra Berkarya dengan Mendongeng

 Pagi ini (15-09-2021) memulai tugas sebagai juri lomba dongeng untuk siswa tunanetra jenjang SMP dan SMPLB nasional dalam rangka Hari Bahasa 2021. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dimulai dengan webinar dimana saya menjadi salah satu pematerinya bersama pak Marja (dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ) dan ka Rona Mentari (juru dongeng keliling / pendiri Rumah Dongeng Mentari). Satu topik yang coba saya kemukakan dalam diskusi yaitu bagaimana teknologi membuka peluang untuk tunanetra berkarya dengan dongeng. Dimulai dengan fakta bahwa keterampilan berbicara / olah vokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dieksplorasi oleh seorang dengan hambatan penglihatan. Kegiatan mendongeng yang berfokus pada penyampaian narasi, intonasi, karakter vokal, dan dinamika suara, seyogyanya menjadi potensi besar tunanetra dapat berkarya. Lalu ditambah dengan perkembangan teknologi komputer bicara, memungkinkan tunanetra mempublik

Disability Rising Awareness lewat Lomba Catur HUT KORPRI ke-48

Jakarta, (26-11-2019) - Kampanye publik untuk lebih mengenal dan memahami disabilitas tidak hanya dengan acara pensi atau bagi-bagi brosur. Upaya ini dapat dengan hal sekecil ikut lomba catur menggunakan papan catur tunanetra dan melawan peserta awas saat event memperingati HUT KORPRI ke-48 antar eselon satu di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang aku ikuti. Keinginan untuk ikut lomba catur di hari Korpri ini sudah sejak setahun lalu. Waktu itu aku sudah "modal" dengan beli papan catur tunanetra dari seorang teman seharga Rp 250.000 yang saya minta segera dikirim via ojek online. Catur sudah sampai di kantor, dan tinggal menunggu hari pelaksanaan. Tapi sayangnya ternyata namaku tidak terdaftar di panitia dan akhirnya terpaksa tidak jadi ikut. Hampir setahun kemudian papan catur tunanetra itu "nganggur" di pojok ruang kantor karena memang hampir tak ada waktu luang untuk sparring dengan teman kantor di sela-sela pekerjaan. Tapi peluang itu tiba-ti

Tak Menyesal Berdiri hampir 2 jam di Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional 2019

Jakarta (25-11-2019) - Pagi ini rasa haru membuncah di hati saya saat mengikuti upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional 2019. Bukan hanya karena upacara yang dipimpin oleh mas menteri Nadiem dengan isi dan penyampaian pidato beliau yang sangat inspiratif dan milenial, tapi juga makna dari hari guru itu sendiri. Lagu demi lagu yang dinyanyikan tim paduan suara dari Hymne Guru dan Terima Kasih Guru mengantarkan saya pada memori belasan tahun lalu, ketika sempat putus sekolah karena kehilangan penglihatan di usia 12 tahun, hingga kesadaran saat ini berdiri di lapangan, di depan hadapan menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dengan berseragam Korpri. Tak lain dan tak bukan, saya dapat meraih hari ini adalah karena bantuan para guru saya semasa sekolah, tentu selain dukungan penuh orang tua. Tak dapat saya bayangkan, apabila saat itu para guru menolak atau apatis pada keberadaan saya yang memiliki keterbatasan penglihatan tapi belajar di sekolah reguler/umum. Betapa sabar mereka memmbim

Empati Bermula ketika Takut 'Gelap'

Tangerang - Maret lalu adalah kali kedua saya melatih para staf AirAsia Indonesia dalam pelatihan Disability Equality Training di Red House Cengkareng. Sejak gabung sebagai trainer di tim BEAT Indonesia, ada saja pengalaman baru dan unik dari peserta yang baru interaksi dengan penyandang disabilitas. Salah satunya adalah perasaan takut gelap ketika mata ditutup dan berjalan dengan tongkat seperti tunanetra. Tiap sesi Disability Services Related Training (DSRT) untuk tunanetra, ada bagian dimana peserta harus mempraktikkan apa yang sudah diajarkan mengenai layanan untuk penumpang pesawat yang memeiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra. Peserta yang biasanya 20 orang harus praktik secara berpasangan, lalu dibagi peran yang satu menjadi tunanetra, dan lainnya sebagai staf yang menuntun. Lalu di tengah praktik peran akan ditukar sehingga semuanya merasakan peran yang sama. Peran sebagai tunanetra, peserta pelatihan harus mengenakan blind folt, sehingga penglihatan mereka terhalang s

mempersiapkan Peserta Jambore IT Nasional untuk Remaja Disabilitas 2016

Tangerang - Setelah hampir setahun terakhir kali mengunjungi Pusat TIK Nasional Pustiknas) Ciputat, Alhamdulillah kembali diminta Kementrian Kominfo RI untuk melatih TIK ke para tunanetra di akhir November 2016 lalu. Kali ini pelatihan itu untuk persiapan para peserta Jambore IT Nasional untuk Remaja Disabilitas, yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebuah kesempatan luar biasa karena ini acara terbesar di bidang TIK untuk penyandang disabilitas yang baru pertama diadakan oleh Kementrian Kominfo. Jambore IT yang diadakan di Jakarta atau Pustiknas Ciputat pada 1 - 3 Desember 2016 adalah puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah bergulir sejak November di 5 pusat wilayah di Indonesia. Sekitar 100 penyandang disabilitas yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa mengikuti kompetisi TIK dengan pusat di Padang, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan terakhir di Jakarta. Para pemenang dari empat daerah lainnya lalu dihadirkan ke Jakarta untuk tahap final dan mendapatkan pem

Interaksi Petugas Kesehatan dengan Penyandang Disabilitas di Fasyankes

Tangerang - Alhamdulillah kembali diberi kepercayaan untuk memberikan pelatihan disability equality training ke para peserta workshop Penanggulangan Gangguan Fungsional dengan Pendekatan ICF yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI di Hotel Horison Bekasi (17-02-2017). Ini jadi pengalaman yang cukup menantang karena dapat dikatakan ini praktik lapangan DET pertama setelah di akhir 2016 ikut serta dalam IQP untuk tim BEAT di AirAsia Academy Malaysia. Awalnya saya dihubungi oleh mas Ridwan Soemantri via email untuk bersama mengisi pelatihan mengenai interaksi petugas kesehatan dengan penyandang disabilitas di fasyankes atau fasilitas layanan kesehatan. Mas Ridwan diundang oleh CBM Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, yang saat ini menjadi salah satu mitra dari Kementrian Kesehatan. Mas Ridwan diminta untuk memberikan training selama kurang lebih 2 jam mengenai cara interaksi dengan penyandang disabilitas. karena menu

Mengukur Indeks Tata Kelola Elektronik di Indonesia

Tangerang - Menutup bulan Februari lalu, Alhamdulillah kembali terlibat dalam focus group discussion (FGD) yang dapat menentukan arah pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Indonesia ke depan. Diskusi ini bertema Validasi Desk Study Penerapan Open E-Governance Index di Indonesia. Saya datang mewakili Kartunet atas undangan yang diberikan oleh mas Indriarto Banyumurti yang baik dari ICT Watch. Bersyukur karena pengembangan Open E-Governance ini harus melibatkan semua pihak, termasuk suara dari penyandang disabilitas. Acara yang diadakan di Hotel Ibis - Tamarin, Jalan Kh Wahid Hasyim Jakarta, mengundang sekitar 20 orang sebagai peserta FGD. Mereka berasal dari pelaku usaha di bidang digital, pemerintah, legislatif, partai politik, perwakilan organisasi masyarakat, dan stake holder lainnya. Sebab penerapan E-governance atau tata kelola berbasis elektronik, bukan hanya untuk pemerintah saja, tapi juga semua pihak yang berkepentingan dalam pembangunan. Para peserta diskus

Satu Persamaan saja Cukup untuk Menyatukan Seribu Perbedaan

Tangerang - Selama kita duduk di bangku sekolah, guru mengajarkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, untuk itu kita harus saling menghormati dan bersatu. Namun makna sesungguhnya mengenai keberagaman itu secara nyata kembali saya temukan saat mengikuti Divercity Dinner yang diadakan oleh Komunitas Sabang Merauke di Wisma Keuskupan Agung Jakarta, sebelah Gereja Katolik Katedral (03/08/2016). Saya hadir dalam acara tersebut atas rekomendasi dari mas Dommy Aji, karyawan di Bank Permata, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Kartunet dalam mengadakan pelatihan internet marketing untuk tunanetra. Saat itu mas Dommy yang baik menghubungi via chat Whatsapp dan mengajak jika saya berkenan untuk hadir di acara makan malam yang diadakan di kediaman Uskup Agung jakarta, bapak Ignatius Suharyo. Kebetulan saya sebelumnya sudah lama mengenal Komunitas Sabang Merauke karena salah satu pendirinya pun alumni FIM dan pernah diajak untuk jadi pembicara saat SM sedang road show di UI

AirAsia, Maskapai Pertama Mengadakan Disability Equality Training

Tangerang - Sebelumnya saya sudah posting mengenai Profil BEAT Indonesia yang saya juga tergabung di dalamnya saat ini. Kali ini mau sedikit cerita bagaimana proses awal saya bergabung dengan Beat, dan pengalaman 3 hari di AirAsia Academy di Malaysia untuk ikut IQP test. Beat atau Barrier-free Environment Accessible Transport sudah terbentuk sejak beberapa tahun yang lalu di Malaysia. Konon, lembaga ini dibentuk sebagai respon dari AirAsia pada protes sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Malaysia yang menginginkan layanan AirAsia dapat diakses oleh mereka. Sebagai maskapai kategori Low Cost Carrier (LCC) dan punya moto "everyone can fly with AirAsia", sudah selayaknya para difabel pun dapat menikmati layanan AirAsia yang relatif terjangkau. Akan tetapi, banyak layanan di AirAsia yang dikurangi termasuk aksesibilitas untuk penumpang dengan disabilitas menggunakan alasan efisiensi sebagai maskapai LCC. Sebagai tanggapannya, AirAsia bukan hanya berjanji akan meningkatka

Profil BEAT Indonesia

Tangerang - Akhir 2016 lalu, saya diajak untuk bergabung dalam tim BEAT Indonesia. BEAT adalah kependekan dari Barrier-free Environment Accessible Transportation. Pelatihannya di AirAsia Academy, dekat KLIA, Malaysia. Jadi sekarang saya masuk dalam tim BEAT Indonesia yang siap memberikan training mengenai layanan yang aksesibel untuk difabel ke penyelenggara transportasi publik. PENDAHULUAN Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, penyandang disabilitas mempunyai hak dan kesempatan yang sama dengan warga Negara pada umumnya untuk menikmati fasilitas dan layanan umum serta transportasi yang aksesibel guna mengoptimalkan peran-sertanya dalam kehudupan bermasyarakat dan bernegara. Sayangnya, hingga kini sebagian besar fasilitas layanan umum dan transportasi di Indonesia belum aksesibel bagi penyandang disabilitas. Bahkan, masih sering dijumpai kasus-kasus diskriminasi yang dilakukan oleh pengelola layanan umum dan awak transportasi. Hal ini menciderai martabat dan kemanusiaan

Mengisi Hari Disabilitas Internasional di CNN Indonesia

https://youtu.be/Pkd6Desi5SQ Jakarta - Alhamdulillah kembali dapat kesempatan untuk berbagi cerita di televisi pada momentum Hari Disabilitas Internasional. Kali ini di stasiun televisi CNN Indonesia yang tayang di layanan TV berbayar Trans Vision. acara berupa dialog di program The World Tonight dengan host mbak Olivia Marzuki. CNN Indonesia merupakan stasiun TV berita yang relatif baru. Meski menggunakan nama CNN seperti televisi yang di Amerika, tapi CNN Indonesia tak ada afiliasi dengan CNN. Pihak Trans Corp hanya membeli lisensi CNN untuk dipakai di CNN Indonesia. Studio CNN Indonesia ada di kawasan stasiun televisi Trans TV yaitu di daerah Tendean Jakarta Selatan. Selain versi televisinya, sudah ada sebelumnya portal berita online di www.cnnindonesia.com yang uniknya juga satu grup dengan Detik.com. Tadinya agak heran mengapa dalam satu grup perusahaan ada cnnindonesia.com dan detik.com yang sama-sama situs berita online. Dari hasil ngobrol-ngobrol sedikit dengan mas Adi dari CNN

ONMA Mataram, Inovasi Keren Alumni FIM di Lombok

Jakarta - Tak sulit untuk mencari transportasi umum baik yang dengan trayek reguler atau non-trayek di kota besar seperti Jakarta. Dari mulai bus, angkot, kereta, ojek, hingga transportasi berbasis online menjangkau tiap jengkal kota. Namun bagaimana dengan di kota yang tak terlalu besar seperti Mataram? Dimana angkot sangat minim, lalu layanan ojek tak cukup banyak, padahal punya potensi besar karena banyak dikunjungi turis ke objek-objek wisata yang sudah terkenal di pulau Lombok? Salah satu teman saya di FIM, Fakhrurrizki membuat solusi cerdas dengan meluncurkan Ojek Online Mahasiswa atau disingkat Onma Mataram. Awal Oktober lalu, saya berkesempatan diundang oleh Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) untuk memberikan pelatihan komputer dan dasar internet marketing ke teman-teman tunanetra di pulau Lombok. Tentu saja saya excited dengan kegiatan tersebut, selain mendapat kesempatan langka dapat bertemu dengan teman-teman secara langsung di daerah, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,

Bimtek Peningkatan Literasi dan Pemanfaatan TIK untuk Penyandang Disabilitas

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2016 dipercaya untuk menjadi salah satu trainer atau instruktur di Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Literasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Penyandang Disabilitas yang diadakan di beberapa kota. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Puslitbang Literasi dan Profesi, Badan Litbang dan SDM, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Peserta dari pelatihan ini yaitu penyandang disabilitas tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa dari beberapa kota yaitu Surabaya, Surakarta, Bandar Lampung, Yogyakarta, Cirebon, Tangerang, Semarang, Bogor, dan Magelang. Saya pribadi, menyambut positif inisiatif negara melalui Kementrian Kominfo ini. Tujuan utama dari pelatihan yaitu agar semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu memanfaatkan TIK sebagai solusi dari keterbatasan yang dihadapi, serta memotivasi mereka agar dapat memanfaatkan TIK untuk membuka peluang baru lapangan kerja. Hal ini sangat sesuai mengingat kita sekarang be

Menikmati Bioskop 'Bisik' di Istana Presiden

Jakarta - Siapa bilang tunanetra atau yang memiliki keterbatasan penglihatan tak dapat menikmati film? Tentu bisa, apalagi nontonnya bareng presiden di istana dan para artis dan pegiat dunia perfilman lainnya. Tapi ini hanya terjadi saat perayaan Hari Film Nasional tanggal 30 Maret 2015 yang setelah berdekade-dekade jadi momentum 'film kembali ke istana'. Ceritanya di hari senin itu, aku ikut dalam rombongan sekitar 30 orang tunanetra bersama yayasan Mitra Netra untuk nonton bareng film nasional di istana kepresidenan RI. Mitra Netra ini adalah sebuah lembaga yang dulu saat aku masih SMP hingga SMA jadi tempat untuk pendampingan belajar dan meminjam buku bicara (audiobook) atau buku braille di perpustakaannya. Saat itu, yayasan tersebut masih ada program tutorial belajar. Jadi sepulang sekolah di SMP 226 Jakarta hingga SMA di 66 Jakarta, aku pergi ke Mitra Netra untuk minta dibantu mengerjakan PR atau LKS. Tapi sayangnya sekarang sudah tidak ada program tersebut sebab diharapka

The Voice of Diffable People at ASEAN Literary Festival 2015

Jakarta - Sastra dan tulisan menjadi sarana berekspresi, advokasi, sekaligus peluang profesi untuk penyandang disabilitas atau difabel. Itu pernyataan utama yang aku sampaikan ketika menjadi perwakilan dari Kartunet sebagai salah satu pembicara di sesi The voice of Difable People, pada perhelatan ASEAN Literary Festival 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta 21 Maret 2015. ASEAN Literary Festival adalah event tahunan yang menjadi ajang para sastrawan-sastrawati serta pegiat dunia sastra lainnya untuk menunjukkankarya, mengapresiasi, pertukaran sastra dan budaya, atau sekedar menikmati sastra dari bangsa-bangsa di Asia Tenggara. di ASEAN Literary Festival tahun 2015 diadakan dari tanggal 15 hingga 22 Maret 2015 yang berupa road show serta screening film di beberapa universitas di Jabodetabek, diskusi dunia sastra dan penerbitan di area Taman Ismail Marzuki, pembacaan malam puisi, dan talkshow serta workshop. Satu hal yang special di ALF 2015 ini adanya sesi The voice of Diffable People y

Generasi Muda Sukses Mulia in Action di Excellent Institute

Jakarta - Pertama kali mengisi acara sharing motivasi untuk adik-adik SMA yang diselenggarakan oleh sebuah bimbel. Tema untuk acara talkshow dalam rangka bakti sosial Exist pada Minggu, 22 Februari 2015 di Yayasan Sayap Ibu itu adalah "Generasi Muda Sukses Mulia in Action". Exist sendiri adalah nama dari bimbel yang menyelenggarakan kependekan dari Excelent Institute. Saat mendengar kata Sukses Mulia, langsung teringat dengan jargon dari pak Jamil Azzaini, motivator Sukses Mulia, yang pernah sharing saat pelatihan Forum Indonesia Muda 14C di Mei 2013 lalu. Tapi visi tersebut juga dipakai dan diaplikasikan oleh Edwin Nofsan Naufal, atau ka Edwin, mantan ketua BEM Universitas Indonesia periode 2008 yang juga pemilik dari bimbel Exist. Ceritanya aku diundang oleh Ka Edwin di akhir 2014 lalu untuk mengisi acara baksos rutin yang diadakan bimbel miliknya di Yayasan Sayap Ibu cabang Bintaro. Itu adalah sebuah yayasan yang menampung dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus yang dib

jadi Tim 'Allay' Di The New Eat Bulaga Indonesia ANTV

Jakarta - Pengalaman pertama diundang ke sebuah acara dan menjadi tim allay bersama para pesorak lainnya di acara tersebut. Pada awalnya, sudah agak ragu ketika salah seorang dari tim produksi The New Eat Bulaga Indonesia menghubungi dan meminta untuk ikut dalam acara tersebut. Komunukasi waktu itu via email dan aku banyak bertanya mengenai detail bagaimana aku dan teman-teman Kartunet akan tampil dalam program tersebut. Tapi setelah berusaha merincikan sedemikian rupa, ada juga hal yang luput. Aku tak menyangka bahwa kami akan gabung bersama penonton yang dibagi dalam tim berkaos seragam dan sorak-sorak di sana. The New Eat Bulaga Indonesia adalah program variety show yang asal mulanya dari negara tetangga Filipina. Di negara asalnya, program ini menjadi acara televisi favorit masyarakatnya hingga puluhan tahun. Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengadopsi program tersebut dan mulai tayang di SCTV. Kemudian setahun lalu, acara tersebut vacum dan pindah tayang ke ANTV dengan pengisi a