Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Publikasi

Menjadikan Huruf Braille Naik Kelas di Era Digital

“Apa benar bahwa huruf Braille akan punah di era digital ini?”   Desrupsi menjangkau ke banyak hal di era digital. Orang yang dulu berbelanja di pasar dan toko, kini cukup melalui sentuhan jari di layar smartphone dan barang akan diantar ke rumah oleh kurir dari e-commerce terpercaya. Hal serupa terjadi di literasi. Dulu orang berpenglihatan menulis dan membaca di kertas, kini semuanya dilakukan dalaam format digital dan buku elektronik. Tak ayal perubahan pun terjadi di orang dengan hambatan penglihatan atau disabilitas netra. Jika kemampuan literasi seorang disabilitas netra identik dengan huruf braille, kini kebanyakan lebih akrab dengan buku audio atau buku elektronik. Bahkan tak sedikit yang lebih dulu dapat mengetik di smartphone dengan aplikasi pembaca layar, sebelum mengenal kombinasi enam titik uruf Braille.   Lantas, apa benar masa kejayaan huruf Braille telah usai? Penulis meyakini bahwa peranan huruf Braille tidak lagi sedominan dulu, tapi bukan berarti tidak penting sam

Menjaga Langit Demokrasi

Alhamdulillah ini tulisan saya kedua yang dimuat di harian koran sindo. Ternyata bukan semata-mata kualitas dari tulisan itu sendiri yang membuat dimuat. Namun perlu timing yang tepat. Sebelumnya tulisan yang sama kirim pada malam hari sekitar jam 11 malam. Keesokan harinya saya tak menemukan tulisan saya dimuat. Namun tulisan ini saya kirim lagi beberapa hari kemudian di siang hari. Bersyukur dimuat juga. hehe. Anyway, silakan baca dan beri komentar ya netters. Buku besar sejarah manusia telah mencatat peranan kaum intelektual dalam tumbuh kembangnya suatu bangsa. Di seantero dunia, kita dapat mengingat modernisasi di India yang dipelopori cendekia Mahatma Ghandi, perjuangan kemerdekaan Filipina terhadap Amerika Serikat yang dimotori oleh Jose Rizal, dan tak lupa pula revolusi China dari masa dinasti ke era republik oleh Dr Sun Yaet Sen. Tak ketinggalan kaum terpelajar di Indonesia prakemerdekaan. Berdirinya organisasi pergerakan baik dalam atau luar negeri, media-media cetak penghemb

Mewujudkan Masyarakat Indonesia Inklusif

Di era yang sudah serba transparan ini, penyebaran informasi sudah tidak terbatas lagi. Berbagai ilmu pengetahuan dan unsur-unsur kebudayaan tersebar cepat. Abad 20 yang lebih berorientasi ke barat, tak elak mendifusi baik pengaruh negatif atau positif. Dalam pengaruh positif tersebut yang sangat berguna bagi kehidupan umat manusia adalah kebebasan, persaudaraan, dan persamaan derajat. Nilai-nilai tersebut makin banyak dianut oleh orang-orang yang berfikiran moderen. Mereka menghargai kemerdekaan untuk hidup, berpendapat, dan memiliki sesuatu. Pengaruh lainya adalah pengakuan bahwa setiap manusia itu sama. Tak dibedakan atas warna kulit, suku, agama, atau bahkan kecacatan fisik. Penyandang cacat jika dilihat memang tampak berbeda, tak berdaya, dan patut dikasihani. Tapi sebenarnya anggapan masyarakat ini salah. Anggapan seperti itu malah akan membuat masyarakat menjauh atau merasa enggan untuk berinteraksi dengan para penyandang cacat. Sehingga mempersulit terwujudnya masyarakat yang i

Teknologi Bagi Tunanetra

Mungkin kita masih tidak percaya ketika mendengar bahwa tunanetra bisa mengoperasikan komputer atau bahkan berselancar di belantara internet. Tapi pada kenyataannya, semua hal tersebut sudah terjadi. Para tunanetra dengan bantuan teknologi maju sudah bisa mengoperasikan komputer. Baik itu operating system windows, program microsoft office, atau hanya sekedar memutar musik berformat mp3 yang tersimpan di hardisk komputer. Teknologi bagi tunanetra ini dengan sendirinya telah membantu proses pengwujudan masyarakat yang inklusif. Paradikma masyarakat mulai terbuka dan sadar bahwa tunanetra bukan hanya tukang pijit, pemain alat musik, atau peminta-minta. Tapi sekarang masyarakat tahu bahwa ada yang bisa mengoperasikan komputer, melakukan tugas tulis menulis, membuat musik melalui keyboard dan komputer, menjadi penerjemah bahasa, dan lain-lain. Bukti nyata bahwa tunanetra bisa mengoperasikan komputer, berselancar di internet, atau bahkan membuat website sendiri adalah situs kartunet.com. Sit

Jangan Sekolah jika tak Punya Uang

Pendidikan merupakan sesuatu yang teramat penting bagi manusia. Pemerintah sebagai organisasi yang mengatur negara, wajib mengayomi kebutuhan warga negaranya termasuk kebutuhan dasar. Oleh karena itu, pemerintah harus mencukupi kebutuhan akan pendidikan warganegaranya, yang salah satunya dengan membebaskan biaya pendidikan itu sendiri. Di Inggris dan negara maju lainnya, biaya untuk program pendidikan dasar sudah dibebaskan. Mereka sangat perhatian akan hal tersebut. Mereka sadar, bahwa kualitas sumber daya manusia yang baik, akan menentukan nasib bangsa. Pemerintah kita sudah membuat banyak perundangan dan langkah-langkah kongkrit dalam meningkatkan mutu pendidikan, di antaranya dengan anggaran pendidikan 20%. Akan tetapi korupsi yang masih terjadi, terus membuat tidak sampainya anggaran tersebut pada institusi pendidikan. Sehingga bisa dikatakan, orang tak bisa sekolah jika tak ada uang yang disebabkan masih tingginya biaya pendidikan layak. (Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Ka