Skip to main content

Posts

Showing posts with the label disabilitas

Cara Tunanetra Orientasi Kamar Hotel

Kembali di video series Get Closer with VIP. Kali ini saya berbagi tips bagaimana seorang tunanetra secara mandiri orientasi ketika menginap di kamar hotel. Ada tips sederhana yang dapat dilakukan sehingga meski menginap sendiri di kamar, tunanetra dapat memanfaatkan semua fasilitas dengan optimal dan aman. Hal ini dapat ditiru buat teman-teman netra yang akan menginap di hotel atau penginapan untuk kegiatan tertentu atau liburan. Juga tips di video ini dapat diterapkan oleh teman-teman berpenglihatan / awas yang ingin membantu seorang tunanetra untuk orientasi pertama kali di kamar hotel yang baru didatangi. Beberapa poin dalam video ini untuk bantu orientasi tunanetra di kamar hotel: 1. Keliling isi dalam kamar dengan sentuh dinding dan objek-objek yang ada di dalamnya. 2. Orientasi di kamarmandi, termasuk cara buka kran air, mana kran air panas dan dingin, dll. 3. Sentuh posisi-posisi stop kontak atau sumber listrik. Lebih lengkap lagi tonton video-nya sampai habis ya.Subscribe juga

Cara Tunanetra Orientasi Makan di Restoran Hotel

Pada seri video Get Closer with VIP kali ini saya berbagi mengenai bagaimana cara seorang tunanetra saat makan di restoran hotel. Ada tips cara orientasi yang dapat diterapkan agar dapat lebih menikmati santapan tanpa terkendala hambatan visual. Tips ini dapat diterapkan untuk teman-teman tunanetra yang ingin pesan makanan dan menyantap hidangan di restoran publik. Dapat juga untuk viewers yang bukan tunanetra membantu rekan tunanetra yang diajak makan di restoran agar tidak kesulitan dan dapat berbincang dengan Anda lebih nyaman. Tips singkatnya yaitu: 1. Gunakan orientasi jarum jam 2. Sentuhkan objek-objek yang baru diberikan, contoh posisi gelas atau pisau. 3. Pilih makanan yang tidak perlu banyak intervensi tangan, cntoh ikan dengan tukang dll. Lengkapnya, silakan ditonton video orientasi makan untuk tunanetra di restoran hotel berikut ya. Subscribe di channel Youtube Dimas P Muharam untuk dapat video-video terbaru yang menginspirasi kamu. Klik tautan berikut http://bit.ly/dimasmuh

Empati Bermula ketika Takut 'Gelap'

Tangerang - Maret lalu adalah kali kedua saya melatih para staf AirAsia Indonesia dalam pelatihan Disability Equality Training di Red House Cengkareng. Sejak gabung sebagai trainer di tim BEAT Indonesia, ada saja pengalaman baru dan unik dari peserta yang baru interaksi dengan penyandang disabilitas. Salah satunya adalah perasaan takut gelap ketika mata ditutup dan berjalan dengan tongkat seperti tunanetra. Tiap sesi Disability Services Related Training (DSRT) untuk tunanetra, ada bagian dimana peserta harus mempraktikkan apa yang sudah diajarkan mengenai layanan untuk penumpang pesawat yang memeiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra. Peserta yang biasanya 20 orang harus praktik secara berpasangan, lalu dibagi peran yang satu menjadi tunanetra, dan lainnya sebagai staf yang menuntun. Lalu di tengah praktik peran akan ditukar sehingga semuanya merasakan peran yang sama. Peran sebagai tunanetra, peserta pelatihan harus mengenakan blind folt, sehingga penglihatan mereka terhalang s

mempersiapkan Peserta Jambore IT Nasional untuk Remaja Disabilitas 2016

Tangerang - Setelah hampir setahun terakhir kali mengunjungi Pusat TIK Nasional Pustiknas) Ciputat, Alhamdulillah kembali diminta Kementrian Kominfo RI untuk melatih TIK ke para tunanetra di akhir November 2016 lalu. Kali ini pelatihan itu untuk persiapan para peserta Jambore IT Nasional untuk Remaja Disabilitas, yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebuah kesempatan luar biasa karena ini acara terbesar di bidang TIK untuk penyandang disabilitas yang baru pertama diadakan oleh Kementrian Kominfo. Jambore IT yang diadakan di Jakarta atau Pustiknas Ciputat pada 1 - 3 Desember 2016 adalah puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah bergulir sejak November di 5 pusat wilayah di Indonesia. Sekitar 100 penyandang disabilitas yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa mengikuti kompetisi TIK dengan pusat di Padang, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan terakhir di Jakarta. Para pemenang dari empat daerah lainnya lalu dihadirkan ke Jakarta untuk tahap final dan mendapatkan pem

Interaksi Petugas Kesehatan dengan Penyandang Disabilitas di Fasyankes

Tangerang - Alhamdulillah kembali diberi kepercayaan untuk memberikan pelatihan disability equality training ke para peserta workshop Penanggulangan Gangguan Fungsional dengan Pendekatan ICF yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI di Hotel Horison Bekasi (17-02-2017). Ini jadi pengalaman yang cukup menantang karena dapat dikatakan ini praktik lapangan DET pertama setelah di akhir 2016 ikut serta dalam IQP untuk tim BEAT di AirAsia Academy Malaysia. Awalnya saya dihubungi oleh mas Ridwan Soemantri via email untuk bersama mengisi pelatihan mengenai interaksi petugas kesehatan dengan penyandang disabilitas di fasyankes atau fasilitas layanan kesehatan. Mas Ridwan diundang oleh CBM Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, yang saat ini menjadi salah satu mitra dari Kementrian Kesehatan. Mas Ridwan diminta untuk memberikan training selama kurang lebih 2 jam mengenai cara interaksi dengan penyandang disabilitas. karena menu

Mengukur Indeks Tata Kelola Elektronik di Indonesia

Tangerang - Menutup bulan Februari lalu, Alhamdulillah kembali terlibat dalam focus group discussion (FGD) yang dapat menentukan arah pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Indonesia ke depan. Diskusi ini bertema Validasi Desk Study Penerapan Open E-Governance Index di Indonesia. Saya datang mewakili Kartunet atas undangan yang diberikan oleh mas Indriarto Banyumurti yang baik dari ICT Watch. Bersyukur karena pengembangan Open E-Governance ini harus melibatkan semua pihak, termasuk suara dari penyandang disabilitas. Acara yang diadakan di Hotel Ibis - Tamarin, Jalan Kh Wahid Hasyim Jakarta, mengundang sekitar 20 orang sebagai peserta FGD. Mereka berasal dari pelaku usaha di bidang digital, pemerintah, legislatif, partai politik, perwakilan organisasi masyarakat, dan stake holder lainnya. Sebab penerapan E-governance atau tata kelola berbasis elektronik, bukan hanya untuk pemerintah saja, tapi juga semua pihak yang berkepentingan dalam pembangunan. Para peserta diskus

AirAsia, Maskapai Pertama Mengadakan Disability Equality Training

Tangerang - Sebelumnya saya sudah posting mengenai Profil BEAT Indonesia yang saya juga tergabung di dalamnya saat ini. Kali ini mau sedikit cerita bagaimana proses awal saya bergabung dengan Beat, dan pengalaman 3 hari di AirAsia Academy di Malaysia untuk ikut IQP test. Beat atau Barrier-free Environment Accessible Transport sudah terbentuk sejak beberapa tahun yang lalu di Malaysia. Konon, lembaga ini dibentuk sebagai respon dari AirAsia pada protes sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Malaysia yang menginginkan layanan AirAsia dapat diakses oleh mereka. Sebagai maskapai kategori Low Cost Carrier (LCC) dan punya moto "everyone can fly with AirAsia", sudah selayaknya para difabel pun dapat menikmati layanan AirAsia yang relatif terjangkau. Akan tetapi, banyak layanan di AirAsia yang dikurangi termasuk aksesibilitas untuk penumpang dengan disabilitas menggunakan alasan efisiensi sebagai maskapai LCC. Sebagai tanggapannya, AirAsia bukan hanya berjanji akan meningkatka

Profil BEAT Indonesia

Tangerang - Akhir 2016 lalu, saya diajak untuk bergabung dalam tim BEAT Indonesia. BEAT adalah kependekan dari Barrier-free Environment Accessible Transportation. Pelatihannya di AirAsia Academy, dekat KLIA, Malaysia. Jadi sekarang saya masuk dalam tim BEAT Indonesia yang siap memberikan training mengenai layanan yang aksesibel untuk difabel ke penyelenggara transportasi publik. PENDAHULUAN Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, penyandang disabilitas mempunyai hak dan kesempatan yang sama dengan warga Negara pada umumnya untuk menikmati fasilitas dan layanan umum serta transportasi yang aksesibel guna mengoptimalkan peran-sertanya dalam kehudupan bermasyarakat dan bernegara. Sayangnya, hingga kini sebagian besar fasilitas layanan umum dan transportasi di Indonesia belum aksesibel bagi penyandang disabilitas. Bahkan, masih sering dijumpai kasus-kasus diskriminasi yang dilakukan oleh pengelola layanan umum dan awak transportasi. Hal ini menciderai martabat dan kemanusiaan

Memposisikan Disabilitas dalam Media dan Demokrasi

Tangerang - Ceritanya di awal tahun ini Kartunet mengalami penyegaran dan penajaman visi. Kartunet sebagai sebuah media ingin dihidupkan kembali update artikelnya dan diperkuat posisinya sehingga punya pengaruh sebagai kanal suara disabilitas yang muda, progresif, dan inklusif. Berawal dari dibentuknya Tujuh Langit, yang didukung oleh keluarga bu Ami Atmando dan punya fokus di bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk difabel, sehingga membuat Kartunet difokuskan hanya pada pengembangan media dan pengelolaan komunitas. Sedang untuk Tujuh Langit, mungkin akan saya share ceritanya di post lainnya. Saat ini mau cerita dulu mengenai Kartunet di 2017 dan bagaimana perannya dalam media dan demokrasi kita. Rencananya, Kartunet sebagai media ini ingin saya tegaskan peranannya dalam dunia disabilitas dan juga demokrasi kita. Kartunet meski tidak terlalu sering mengadakan kegiatan offline, Alhamdulillah selalu mendapat posisi dalam pergerakan dunia disabilitas, termasuk dilibatkan dalam p

Indar Atmanto, Internet, dan Disabilitas

Jakarta - Belum lama ini aku mengikuti acara bertajuk Golden Ring Award 2014 di Hotel Kartika Chandra tepatnya Jum'at malam, 24 Oktober 2014. Saat itu aku dan Riqo mewakili teman-teman Kartunet yang khusus diundang untuk menyaksikan pemberian penghargaan Inspiring People in Telko Industry, kepada pak Indar Atmanto, mantan direktur utama PT Indosat Mega Media atau IM2. Sebuah momen yang cukup emosional, mengingat penghargaan ini diberikan kepada pak Indar yang saat itu sedang dikekang kebebasannya di Lapas Sukamiskin karena kasus IM2. Golden Ring Award (GRA) adalah penghargaan yang diberikan kepada para pelaku industri telekomunikasi di Indonesia. Penilaian dilakukan oleh Perkumpulan Wartawan Telekomunikasi. Ada sekitar 25 kategori penghargaan pada GRA 2014 yang didapatkan oleh provider selular dan vendor gadget lokal dan impor. Sedangkan special category, diberikan kepada para tokoh yang telah berjasa dalam industri telekomunikasi Indonesia, dan satu Inspiring People Award itu dibe

"No Worries"

Jakarta - Tanggal 3 Desember bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Tiap tahun hari ini dijadikan momentum dunia untuk menyadarkan bahwa penyandang disabilitas ada di tengah-tengah masyarakat, dengan semua hak dan kewajibannya sebagai warga negara, dan perlindungan yang diperlukan agar menjadi manusia yang seutuhnya. Baik di negara maju atau berkembang, masalah yang dihadapi penyandang disabilitas sama yaitu diskriminasi. Manum ada prinsip mendasar yang menurutku membedakan antara penduduk yang pemahamannya mengenai masyarakat inklusif sudah maju dan belum. Dari pengalaman singkatku di Adelaide, Australia selama tiga bulan, bukan fasilitas atau infrastruktur yang utama, melainkan sikap dan pola fikir masyarakatnya. Penduduk negara maju seperti Australia, punya pola fikir yang lebih terbuka. Sebelumnya aku sempat berfikir bahwa mereka tentu lebih banyak tahu mengenai disabilitas dibanding masyarakat negara berkembang. Akan tetapi anggapanku salah bahwa mereka juga

Membangun Komunitas Berorientasi Pemberdayaan

Belakangan ini, komunitas menjadi sangat populer dengan jumlah yang semakin bertambah. Biasanya, pembentukan komunitas didorong oleh kehadiran social media yang membuat orang semakin mudah untuk berinteraksi via online. Lantas, dibuatlah perkumpulan berdasarkan persamaan minat, hobi, perfesi, atau latar belakang lainnya dan jadilah komunitas. Namun, ada yang mengganjal ketika komunitas dirasakan hanya sebagai ajang kumpul-kumpul dan hura-hura anggotanya. Kegiatan Kopdar atau Kopi Darat yang memberi kesempatan anggota untuk saling tatap muka langsung, biasanya hanya berakhir dengan ngobrol-ngobrol dan tak memberi manfaat jangka panjang. Padahal, komunitas berpeluang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat karena langsung bersentuhan dengan orang-orang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun komunitas yang tak sekedar ajang kumpul-kumpul tanpa hasil. Pertama, komunitas yang bentuk kegiatannya memiliki prospek lapangan pekerjaan seperti komunitas blogger, wirausaha, atau m